Pemerintah Dapat Tambahan 20.000 Reagen untuk Perbanyak Tes Corona
Merdeka.com - Pemerintah mengaku mendapat tambahan reagen untuk mendeteksi virus corona (Covid-19) dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi agar tes PCR Corona dimasifkan untuk menekan angka penyebaran.
Reagen adalah salah satu cairan yang biasanya digunakan di laboratorium. Reagen biasanya ditambahkan untuk melihat adanya reaksi kimia pada kondisi tertentu, seperti dalam hal diagnosis infeksi coronavirus. Selain menggunakan reagen, ada skrining untuk melihat risiko gejala Corona pada seseorang. Tes skrining ini menggunakan alat rapid test.
"Nanti malam kita akan mendapatkan lagi tambahan reagen untuk mengoptimalkan laboratorium yang kita miliki," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam video conference, Minggu (19/4).
Yurianto tak menyebut spesifik jumlah reagen untuk tes PCR yang akan tiba di tanah air malam nanti. Saat dikonfirmasi kembali melalui pesan singkat, dia menuturkan bahwa Indonesia mendapat tambahan 20 ribu reagen.
"Kata Gugus Tugas, 20.000 (reagen)," ucapnya.
Setelah diterima, maka pemerintah akan langsung mendistribusikan reagen itu ke laboratorium yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan untuk tes spesimen corona. Pemerintah juga berjanji menambah jumlah laboratorium untuk uji spesimen.
"Saat ini jumlah laboratorium yang aktif ada 35," ujar Yurianto.
Menurut dia, hingga kini spesimen yang diperiksa jumlahnya sudah mencapai 47.000 spesimen lebih. Data itu dihimpun hingga Minggu, pukul 12.00 WIB.
"Spesimen yang diperiksa diprediksi sudah melebihi 47.000 atau sekitar 42.000 orang yang kita periksa," tutur dia.
Hasilnya, 6.575 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Adapun pasien sembuh totalnya 686 orang dan pasien meninggal akibat virus ini jumlahnya 582 orang.
Reporter: Lizsa EgehamSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya