Pemerintah Butuh 23 Ribu Tenaga Kesehatan untuk Tangani Pasien Covid-19
Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah membutuhkan tambahan tenaga kesehatan sebanyak 23.000 orang. Tenaga kesehatan yang dimaksud adalah dokter dan perawat.
"Kita sudah mengidentifikasi ada kebutuhan antara 16 hingga 20 ribu perawat," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (12/7).
Untuk memenuhi kebutuhan ini, pemerintah akan menjaring perawat yang baru menyelesaikan pendidikannya atau mahasiswa keperawatan tingkat akhir.
"Atas instruksi Bapak Presiden, kami akan bicara dengan Pak Menteri Pendidikan bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik," sambungnya.
Selain 20.000 perawat, pemerintah juga membutuhkan sekitar 3.000 dokter yang bisa menangani pasien Covid-19. Budi menyebut, pemerintah akan merekrut dokter yang hampir menyelesaikan pendidikan profesinya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Kita juga melihat dokter-dokter yang akan selesai internshipnya di tahun ini ada sekitar 3.900. Jadi kita juga sudah mempersiapkan dokter-dokter tersebut yang baru lulus internship untuk segera masuk," pungkasnya.
Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan 11 Juli 2021, 2.527.203 orang di Indonesia positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 66.464 orang di antaranya meninggal dunia, 2.084.724 sudah sembuh dan 376.015 masih menjalani perawatan atau isolasi.
Dalam sepekan terakhir, kasus Covid-19 meningkat tajam. Bahkan, pada 8 Juli 2021, peningkatan kasus Covid-19 mencapai 38.291 orang dalam waktu 24 jam.
Peningkatan kasus Covid-19 yang sangat tajam ini membuat rumah sakit kolaps. Ketersediaan tempat tidur, tenaga kesehatan, obat hingga oksigen sangat terbatas.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya