Pemerintah beri waktu Filipina bebaskan WNI dari Abu Sayyaf
Merdeka.com - Pemerintah memutuskan untuk tidak mengirimkan pasukan ke Filipina demi membebaskan tujuh WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Padahal pemerintah Filipina telah memberikan izin agar TNI masuk ke wilayah mereka.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pemerintah masih menunggu hasil operasi tentara Filipina. Pasalnya mereka telah mengerahkan sekitar 7 ribu pasukan untuk mengepung persembunyian Abu Sayyaf.
"Kita serahkan dulu lah kepada pemerintah Filipina. Dia sudah kerahkan pasukannya dan intelijennya 6 ribu-7 ribu (pasukan) loh. Kita percayakan dulu. Saya minta tiap hari diberikan laporan sama mereka," katanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/7).
Berdasarkan informasi yang diterima, dia mengungkapkan, kondisi WNI yang disandera masih dalam keadaan sehat. Sedangkan untuk rencana pengerahan TNI, pemerintah masih memerlukan koordinasi untuk memenuhi prosedur yang berlaku.
"Ada prosedur. Apa yang harus ditaati, Enggak boleh sembarangan yah, walaupun kita sudah diberi kesempatan," ujarnya.
Sebagai langkah awal pemerintah Indonesia akan melakukan latihan militer bersama dengan Filipina. Ryamizard mengungkapkan, akan ada patroli laut bersama yang rencananya dimulai bulan ini.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya