Pemerintah bakal pisahkan narapidana berdasarkan kasus
Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, akan menetralisir over kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang dinilai tak bagus. Dirinya juga nanti akan memisahkan antara narapidana narkoba dengan narapidana kriminal umum.
"Iya, lapas memang rencana kita untuk mencoba menetralisir over kapasitas yang ternyata menimbulkan dampak yang tidak bagus jadi malah pencampuran napi korupsi, narkoba, terorisme, maling ayam itu jadi satu sehingga tidak sehat itu," kata Wiranto di gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).
"Oleh karena itu perlu ada satu kecuali bisa mengurangi kepadatan lapas juga bisa kita pisahkan antara napi terorisme jangan dicampur dengan teroris, over lapas jangan dicampur dan jadi sendiri," sambung Wiranto.
Wiranto pun juga tak ingin kalau narapidana ringan harus dicampur dengan teroris. Karena itu justru bisa menimbulkan sesuatu yang berbahaya dengan cara saling tukar pikiran.
"Lalu penindak kriminalitas yang ringan-ringan jangan dicampur dengan terorisme, tentu nanti ada saling ross pengetahuan, itu kan sama saja pemerintah membayar sekolah disebarluaskan yang tidak baik. Kita pisahkan untuk tahanan terorisme, tahanan narkoba atau terpidana yang lain kita pisahkan," ujarnya.
Meskipun hal untuk memisahkan tahanan atau narapidana itu hanya baru wacana, tapi itu akan segera dilakukan. Karena dirinya pun tidak menginginkan jika nantinya banyak komplainan atau kritikan karena overnya kapasitas lapas.
"Ini kan direncanakan, sekarang sedang digarap. Daripada kita selalu mengeluh kapasitas yang dampak luar biasa ada pemberontakan lapas, ada perilaku-perilaku yang akhirnya merugikan kepentingan nasional kita usahakan penyadaran, pembelajaran kembali kehidupan masyarakat yang normal tetapi kalau di situ ada interaksi, pengetahuan-pengetahuan jahat apakah itu namanya baik, sehat," pungkasnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya