Pemerintah akan bangun monumen di wilayah yang hilang di Sulteng
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tak akan menjadikan kuburan massal wilayah yang mengalami fenomena likuifaksi pasca tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Kalau nanti jadi kuburan massal? Tidak," ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (8/10).
Diketahui, pascagempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, ada beberapa daerah yang mengalami fenomena hilangnya kekuatan tanah dan berubah menjadi lumpur alias likuifaksi. Yakni daerah Petobo dan Balaroa.
Tercatat, ada sekitar 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo ditelan lumpur. Diduga, ada ratusan korban jiwa yang terkubur di dalamnya.
Willem mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah setempat akan dijadikan apa wilayah yang terkena fenomena likuifaksi.
"Nanti Pemda akan berembuk dengan warga, tapi saya mendengar akan dijadikan monumen," tutup Willem.
Reporter: Fachrur RozieSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya