Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemda DIY izinkan becak motor beroperasi sementara di Malioboro

Pemda DIY izinkan becak motor beroperasi sementara di Malioboro Becak motor. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan pengemudi becak motor (betor) kembali menggelar aksi demonstrasi di kantor Gubernur DIY, Rabu (26/9). Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari demonstrasi yang dilakukan pada Selasa (25/9) kemarin.

Aksi ini digelar untuk menuntut agar pihak Pemda DIY mengeluarkan izin khusus kepada betor untuk beroperasi dan mangkal di Jalan Malioboro.

Menanggapi aksi demonstrasi tersebut, Pemda DIY melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Gatot Saptadi mengatakan jika betor diizinkan beroperasi di Jalan Malioboro. Izin operasi ini sambil menunggu keluarnya aturan baru tentang betor diberlakukan.

"Keputusan yang pertama panjengan (pengemudi betor) silakan bekerja lagi mencari nafkah dengan betor. Yang kedua terkait dengan aktifitas sweeping, saya akan berkoordinasi dengan pihak Polda DIY untuk sweeping ini dipilih hal-hal yang sifatnya teknis pelanggaran," ujar Gatot saat menemui para pengemudi betor.

Gatot menerangkan meskipun boleh beroperasi di Jalan Malioboro tetapi pihaknya meminta agar kelengkapan dan surat kendaraan harus ada. Selain itu pengemudi betor juga harus mematuhi aturan hukum.

"Kesepakatan ini berlaku sampai nanti kita ada kesepakatan baru yang tentunya lebih kita gunakan untuk menampung aspirasi panjengan (pengemudi betor). Tetapi aturan lalu lintas harus dipatuhi. Seperti memiliki SIM, STNK dan BPKB," terang Gatot.

Gatot menuturkan pihak Pemda DIY saat ini tengah memikirkan beberapa alternatif solusi bagi permasalahan betor. Salah satunya dengan membuat prototipe betor yang sesuai dengan aturan.

Gatot menjabarkan proses pembuatan prototipe betor yang sesuai aturan lalu lintas sudah dalam proses pengerjaan. Meskipun demikian dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk merampungkan prototipe tersebut.

Terkait tidak adanya tempat mangkal bagi betor, Gatot menyebut permasalahan itu muncul karena dampak dari sedang dibangunnya kawasan pedestrian untuk pejalan kaki di Jalan Malioboro.

"Sebenarnya semuanya terdampak (pembangunan kawasan Malioboro), PKL (pedagang kaki lima), dan andong, tapi kebetulan yang bereaksi mereka (pengemudi betor). Nanti semuanya akan ditata zonasinya. Ini kan dampak pembangunan yang membuat mereka tidak nyaman untuk melakukan aktivitas ekonomi," kata Gatot.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP