Pembubaran diskusi Irshad Manji, Polri bantah takut ormas
Merdeka.com - Tindakan polisi yang membela FPI dan beberapa ormas lain dalam membubarkan diskusi dan peluncuran buku Irshad Manji dinilai karena polisi takut terhadap ormas. Namun polisi beralasan bahwa hal tersebut dilakukan semata-mata untuk meminimalisir korban.
"Untuk ini (pembubaran), bukan berarti Polri lemah bukan berati Polri membiarkan tapi kita mengambil langkah-langkah yang profesional dan proporsional. Kita meminimalisir korban jatuh," tegas Irjen Saud Usman di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/5).
Saud juga menilai keputusan yang diambil di lapangan harus tepat, karena jika polisi tidak segera mengamakan bagian yang minoritas akan banyak terjadi korban.
"Kalau kita lihat ada sebagian masyarakat kecil jadi korban kita amankan dulu bukan berarti kita kalah dari yang besar. Tapi penanggung jawab lapangan harus melihat secara jeli apa langkah terbaik, kalau kita menghadapi massa yang marah korban akan lebih besar," lanjutnya lagi.
Diberitakan sebelumnya, massa FPI melakukan pembubaran paksa diskusi dan peluncuran buku Irshad Manji yang berjudul Allah, Liberty and Love di Teater Salihara, Jakarta, Jumat (4/5). Kemudian aksi pembubaran ini dimediasi polisi hingga akhirnya diskusi tak berlanjut.
Bukan hanya di Jakarta aksi menentang Irshad Manji berlangsung di berbagai daerah, yang terakhir rektor UGM sendiri membatalkan diskusi Irshad Manji sendiri. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya