Pembebasan lahan runway Bandara Kertajati capai 2,5 kilometer
Merdeka.com - Pembangunan landasan pacu (runway) Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah mencapai 2,5 kilometer (existing), dari 4 kilometer yang direncanakan. Tahun 2016 ditargetkan pembangunan runway terpanjang kedua se-Indonesia setelah Bandara Hang Nadim (Batam) tersebut bisa mencapai 3,5 kilometer lebih.
"Progres sampai saat ini kita lihat, ini sudah mencapai 2.500 meter kita ingin 3.500 beres sampai tahun depan," kata Kadishub Jabar Dedi Taufik di sela peninjauan Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (4/11).
Saat ini Pemprov Jabar terus berusaha menuntaskan seluruh hambatan dalam proses pembebasan lahan di bandara yang berdiri di atas 1.800 hektare. Bersama Pemda Kabupaten Majalengka, Pemprov Jabar mengaku sudah sepakat bekerja sama dan menyamakan langkah untuk segera menuntaskan pembebasan dan persoalan sosial di wilayah terdampak bandara.
"Kita sudah identifikasi permasalahan yang disampaikan Bupati (Majalengka Sutrisno)," kata Sekda Jabar Iwa Karniwa di lokasi sama.
Ada sejumlah persoalan di lapangan yang harus diambil tindakan cepat, agar tidak menjadi masalah sosial yang berlarut-larut. Salah satunya pengalokasian anggaran untuk pembebasan lahan.
Lanjut dia APBD 2015 Pemprov Jabar sudah alokasikan Rp 133 miliar untuk membebaskan lahan 70,46 hektare.
"Progres lahan BIJB sampai saat ini 873,73 hektare termasuk tanah khas desa 80 hektare," ujarnya.
"Kita selesaikan secepatnya karena sekarang kita sudah menemukan kesamaan gerak dan langkah. Saya harap semua mendukung. Jangan ada satu pihak pun yang menyandera terhadap pembangunan ini. Kalau ada orang yang berpikir itu (mengganggu) harus berpikir ulang. Karena ini untuk kepentingan masyarakat besar Jabar," terangnya menambahkan.
Pantauan merdeka.com, di lokasi, runway Bandara Kertajati mulai nampak sebagian pengaspalan. Sedangkan sisanya masih dalam proses pembebasan lahan yang mengerahkan alat berat.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya