Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembangunan Tol Cisumdawu terkendala pembebasan lahan

Pembangunan Tol Cisumdawu terkendala pembebasan lahan Tol Cisumdawu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan masih terkendala persoalan lahan. Hingga saat ini, masih cukup banyak lahan belum dibebaskan karena keterbatasan dana maupun persoalan administrasi.

Pada fase pertama, lahan belum dibebaskan tinggal 6,6 persen. Adapun dalam fase II tinggal 18,88 persen.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, kendala ditemui di lapangan saat pembebasan lahan yakni adanya tanah wakaf dan tanah kas desa yang belum tuntas pembebasannya. Kedua lahan itu belum selesai proses administrasinya.

"Untuk tanah wakaf, saat ini prosesnya tengah dilakukan di Kementerian Agama. Sampai saat ini izin belum selesai," kata Iwa, Rabu (13/4).

Beberapa penanganan intensif pun harus dilakukan Pemprov Jabar. Pembebasan lahan ini, kata Iwa, harus dipercepat buat memperlancar pembangunan jalan tol itu. Apalagi lahan yang belum bebas ini akan digunakan untuk pembangunan konstruksi jalan.

"Sehingga ketiga lokasi yang memang betul-betul harus selesai karena ini di badan jalan. Dengan demikian perlu dipercepat," ujar Iwa.

Iwa mengaku telah bertemu dengan Kementerian Agama buat membahas masalah tanah wakaf. "Tanah wakaf kami sudah ketemu Bapak Menteri (Agama). Pak Menteri akan mendorong percepatannya, mudah-mudahan selesai. Saya juga menugaskan Karo Yansos untuk menelusuri (ke Kemenag)," tambah Iwa.

Terkait adanya penghuni lahan belum mau direlokasi, Iwa memastikan bakal melakukan upaya paksa. "Semoga tidak perlu konsinyasi. Semuanya akan dituntaskan. Kalau memang musyawarah tidak selesai, mungkin konsinyasi proses terakhir," ucap Iwa.

Kepala Satker Jalan Tol Cisumdawu, Rida Nurfaida, mengakui hampir di setiap pembangunan infrastruktur di Indonesia, masalah lahan selalu menjadi persoalan.

"Kalau mau jujur, di setiap proyek konstruksi di kita pasti memang karena lahan," kata Rida.

Selain karena proses administrasinya yang belum tuntas, biaya juga menjadi kendala. Rida mengaku terus melakukan pengerjaan meski saat ini memasuki musim hujan. Sebagai contoh, pengerjaan fisik pada fase I sudah mencapai 82 persen.

Meski begitu, Rida mengakui pengerjaan tanah cukup terhambat akibat musim hujan ini. "Kalau tanah memang sempat belum optimal, karena intensitas hujan. Harapannya di April ini jarang hujannya, sehingga pengerjaan tanah sisanya mulai dikerjakan. Masih banyak pekerjaan tanahnya, semoga bisa dikebut," tambah Rida.

Dalam pengerjaan fase II, Rida belum mengerjakan pembangunan fisik karena dana dari APBN belum cair. "Harapannya dengan adanya uang muka untuk pekerjaan konstruksi fase II," tutup Rida.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP