Pembangunan Bandara Purbalingga untuk kejar ketertinggalan dari Jatim dan Jabar
Merdeka.com - Hanya memiliki dua bandara besar, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sumarmo Solo, Provinsi Jawa Tengah dinilai ketinggalan di banding provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat. Penilaian itu dilontarkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sujatmoko, saat melakukan pemantauan lokasi pembangunan Bandara Jenderal Soedirman (BJS), Senin (22/1).
Di Jawa Tengah pengembangan bandara yang berpotensi menjadi bandara komersil ada dua. Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dan BJS di Purbalingga. Tapi menurutnya, BJS kondisinya lebih memungkinkan untuk dibangun.
"Terbangunnya BJBS sebagi bandara komersil akan dapat mendongkrak perekonomian enam kabupaten di bagian Barat Selatan Jawa Tengah. Mulai dari Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen dan Wonosobo," ujar Heru.
Memang, dibangunnya bandara komersil di Purbalingga secara strategis untuk mendukung gairah pembangunan di daerah-daerah di wilayah Jawa Tengah Bagian Barat-Selatan. Pasalnya secara pemerataan pembangunan di wilayah tersebut, masih tertinggal dibandingkan daerah-daerah lain di Jawa Tengah.
Pemprov Jateng akan membantu sampai terealisasinya bandara komersil di Purbalingga. Heru juga mengapresiasi dukungan Pemkab Purbalingga seperti pembebasan lahan untuk landasan pacu, dan pembangunan jalan baru di desa Tidu menuju Bandara.
Untuk membuka jalur arah BJS ke Purwokerto, Heru mengusulkan agar Pemkab Purbalingga segera mengajukan peningkatan jalan Sokaraja-Ngebrak agar menjadi jalan provinsi. Peningkatan jalan tersebut diharapkan bisa segera mendukung percepatan pembangunan BJS menjadi bandara komersil.
"Saya optimis tahun 2018 peletakan batu pertama bisa dilakukan segera oleh PT Angkasa Pura II," katanya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya