Pemandu karaoke di Cilegon wajib layani birahi ekspatriat Korea
Merdeka.com - Banyaknya tenaga kerja asing asal Korea di Kota Cilegon, Banten, berdampak pada menjamurnya wisata esek-esek di Kota Baja itu. Restoran, diskotek dan karaoke dengan fasilitas khusus Korea dibangun di sejumlah sudut di kota.
Salah seorang wanita yang pernah bekerja sebagai pemandu karaoke di salah satu karaoke yang menyediakan ruangan khusus warga Korea, mengaku saat bekerja, dia juga wajib melayani birahi pelanggannya dari negeri ginseng itu.
“Ya kalau diminta harus mau, minimal dalam sebulan 10 kali harus mau disuruh maminya. Makanya saya berhenti kerja di situ,” kata wanita asal Jakarta, yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Wanita itu juga menceritakan dirinya kerap menerima perlakuan tidak manusiawi saat pelanggannya asal Korea sudah dipengaruhi minuman keras. Tidak jarang mereka memaksa untuk 'dilayani' dalam ruangan karaoke.
"rese-rese kalau dah mabok, kadang 'minta' di dalam room juga. Kalau sudah gitu mending saya keluar aja, saya tinggalin,” kata wanita berparas cantik dengan rambut sebahu tersebut.
Tidak hanya hiburan karaoke, restoran yang menyediakan menu masakan dan minuman keras asal Korea juga menjamur di sejumlah pertokoan di Kota Cilegon.
Sementara itu, tokoh presidium Rakyat Cilegon H Nawawi mengatakan terus menjamurnya tempat esek-esek dan penjualan miras di Cilegon di sebabkan kurang tegasnya pemerintah setempat.
“Itu tergantung pemerintah, dan maraknya karena kurang perhatian Pemerintah Kota Cilegon. Itu perizinan juga tidak ada, nol persen alkohol sudah diatur dalam perda sekarang tidak ada tindakan pemerintah lewat Satpol PP,” keluhnya.
"Sekarang ini ormas yang sibuk, harusnya pemerintah yang bertindak melalui Satpol PP. Jangan–jangan ada indikasi setoran,” duga Nawawi.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya