Peluru karet alternatif terakhir polisi hadapi pendemo
Merdeka.com - Peluru karet merupakan senjata terakhir polisi untuk menghadapi pendemo. Polri menegaskan peluru karet, gas air mata dan water cannon terpaksa ditembakkan untuk membubarkan massa yang anarkis.
"Jika tetap anarkis kita menggunakan peluru dengan laras licin, yaitu gas air mata, water cannon agar massa diharapkan bubar. Tindakan itu dibutuhkan jika sudah terpaksa sekali. Peluru karet alternatif yang terakhir," ujar Kadiv Humas Irjen Pol Saud Usman Nasution kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (30/3).
Selain itu polisi juga menegaskan bahwa senjata-senjata itu hanya digunakan oleh orang-orang tertentu dan atas perintah komandan tertinggi di lapangan.
"Penggunaan gas air mata, water cannon, peluru karet atas perintah tertinggi di lapangan karena perlu pertimbangan matang. Penggunaan peluru karet terbatas untuk penanggung jawab karena penggunaan itu untuk yang terakhir," imbuhnya lagi. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya