Pelihara 4 PSK, muncikari online di Malang dibekuk
Merdeka.com - Aksi AG (31) sebagai muncikari lewat dunia maya, akhirnya terbongkar oleh aparat kepolisian. Pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang itu diamankan di Kawasan Blimbing, Kota Malang, saat sedang membawa 'ayam piaraannya' untuk seorang lelaki hidung belang.
AG mengaku mempunyai 4 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) di bawah kendalinya. Mereka berusia antara 20 tahun sampai 27 tahun yang dijajakan secara online. Setiap transaksi, memasang tarif Rp 1,5 juta untuk satu kali kencan.
"Tersangka memajang foto-foto perempuan yang ditawarkan itu di akun Facebook, dengan memberi tahukan pin BB. Setelah di-add akan terjadi pembicaraan untuk transaksi lebih lanjut," kata Kompol Putu Dewa Eka, Wakil Kepala Polres Kota Malang, Jumat (3/6).
Para pelanggan cukup berkomunikasi melalui BBM, Facebook atau WhatApps kepada AG. Setelah disepakati dengan harga tertentu, AG akan menentukan lokasi hotel yang untuk kencan terlarang tersebut.
Pelanggan dianggap serius kalau memang sudah mengirimkan sejumlah uang melalui rekening yang disediakan. Transfer biasanya sebagai uang muka, sementara sisanya dapat dibayarkan setelah selesai kencan.
AG mengaku sudah 6 bulan terakhir beroperasi dan mengantongi untung minimal Rp 1 juta setiap minggu. Tetapi terkadang bisa mendapatkan keuntungan lebih jika sedang ramai.
"Seminggu bisa 2 kali transaksi. Hasilnya Rp 600 ribu masuk kantong, sisanya untuk PSK-nya," kata AG yang mengenakan penutup kepala.
Sementara soal empat PSK yang dijajakan, AG selama ini dekat karena pertemanan. Lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap, akhirnya bersedia ditawarkan di media sosial.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya