Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelayanan masih buruk, tarif Commuter belum layak naik

Pelayanan masih buruk, tarif Commuter belum layak naik KRL commuter. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana kenaikan harga tiket Commuter Line sebesar Rp 2.000 langsung mendapat penolakan. Pelayanan yang diberikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek dinilai masih sangat rendah sehingga belum layak naik tarif.

"Sekarang ini naik Commuter seperti naik bus PPD. Kumuh, kotor, rute berantakan jadwal amburadul sehingga belum layak naik," ujar Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan kepada merdeka.com, Senin (2/7).

Menurut Tigor, seharusnya PT KAI Commuter Jabodetabek memperbaiki terlebih dahulu pelayanannya kepada para pengguna Commuter Line. Kenaikan harga tiket Commuter menurut Tigor juga bisa membuat kemacetan di ibu kota semakin parah.

"Orang yang tadinya naik Commuter jadi males, sudah pelayanan buruk harga tiket naik pula akhir mereka memilih kendaraan pribadi dan akhirnya tambah macet. Saat ini belum layak commuter line naik harga tiketnya," terangnya.

Commuter sebagai transportasi massal harusnya sangat terjangkau oleh masyarakat. Bila perlu pemerintah memberikan subsidi agar harga tiket Commuter tetap terjangkau.

"Di luar negeri commuter line itu disubsidi oleh pemerintah sebesar 70 persen, masyarakat hanya bayar 30 persen. Jadi kalau harga tiket Rp 10 ribu penumpang hanya bayar Rp 3000, sisanya disubsidi. Itu pun dengan pelayanan yang sangat baik, tidak seperti di Indonesia," imbuhnya.

Tarif KRL Commuter Line akan mengalami kenaikan mulai tanggal 1 Oktober 2012. Untuk setiap rute, PT KAI menaikkan tarif Rp 2.000.

"Penyesuaian tarif ini untuk meningkatkan kehandalan sarana dan prasarana KRL Commuter Line," ujar Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa saat dihubungi merdeka.com, Minggu (1/7) malam.

Mengenai masih minimnya fasilitas KRL, terutama kurangnya armada, PT KAI berjanji akan memperbaikinya. PT KAI mengaku sudah melakukan pembelian 30 rangkaian rel. Hal ini diharap bisa mengurangi jejalan penumpang.

"Saat ini memang sarana yang ada belum mencukupi," kata Eva.

Berikut daftar kenaikan tiket KRL Commuter Line per 1 Oktober 2012.

a. Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara

b. RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor

c. Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara

d. Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit

e. Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang/Stasiun Transit

f. Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit

Tarif berlaku untuk arah sebaliknya. (mdk/merdeka)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP