Pelaku Penganiayaan di Bandara Pernah Dirawat di RSJ, Sering Marah dan Halusinasi
Merdeka.com - RA (19), pelaku penganiayaan terhadap Deri Winanto, perawat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dhira Suman Tritoha, Serang, diketahui kerap meracau dan marah-marah serta mengalami halusinasi usai rehabilitasi kejiwaan di RSJ tersebut. Hal tersebut diungkapkan orang tua RA, Suarto.
"Berdasarkan keterangan dari ayah tersangka RA, Suarto, bahwa anaknya itu hanya sering ngelantur dan marah-marah serta cemas (ketakutan) dan halusinasi setelah menjalani pengobatan di RSJ," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander, Selasa (2/3).
Suarto, kata Alex juga tidak mengetahui detail kondisi RA selama masa rehabilitasi di RSJ Dhira Suman Tritoha.
"Pak Suarto tidak mengetahui hal tersebut, karena dalam masa perawatan di yayasan tidak pernah menjenguk Rafli. Dia mengungkapkan Rafli tidak pernah berantem, setelah keluar masa rehabilitasi," ucap dia.
Dari keterangan orang tua korban, RA merupakan lulusan SMKN 02 Kota Serang. Dia merupakan alumni tahun 2019 dari SMKN tersebut.
RA berdasarkan keterangan orang tuanya, kata Alexander juga sering menunjukkan gejala marah-marah, ketakutan berlebih dan ngelantur.
"Kemudian pada tanggal 4 Juli 2020 sampai dengan 8 Agustus 2020 dilakukan perawatan di Yayasan Dhira Suman Tritoha, untuk melaksanakan rehabilitasi gangguan mental dan narkotika. Setelah selesai perawatan diberikan stok obat untuk 1 bulan saja," ucapnya.
Sebelumnya, Polresta Bandara Soetta mengamankan RA, pelaku penganiayaan terhadap Deri Winanto di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Akibat penganiayaan tersebut, Deri mengalami luka sayatan di leher.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya