Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku penembakan Papua incar titik berbahaya korban

Pelaku penembakan Papua incar titik berbahaya korban penjahat. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Pelaku penembakan di Abepura dan Jayapura, Papua, memiliki kesamaan dalam melumpuhkan korbannya. Para pelaku sama-sama menembak dari jarak dekat dan menyasar ke titik berbahaya tubuh manusia.

"Kalau lihat dari jarak tembakan dekat perkenaannya sebenarnya mengambil tempat yang membahayakan. Seperti kemarin seperti tembak di leher kiri sangat mematikan tapi ke atas (pipi)" ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di kantornya, Jakarta (7/6).

Namun polisi belum bisa menyimpulkan apakah penembak itu amatir atau memang sengaja tak mematikan korban, meski ditembak di tempat berbahaya.

"Belum tahu persis ini profesional atau sekena saja. Caranya atau arahnya tidak tepat, atau sengaja atau itu kemampuan dia," jelas Saud lagi.

Diberitakan sebelumnya, untuk minggu ini saja sudah ada tiga korban penembakan yang dilakukan orang tak dikenal. Rata-rata mereka di tembak dari belakang dan di bagian leher.

Semalam Rabu (6/6) sekitar pukul 21.00 WIB, Arwan Kusdini, pegawai negeri sipil yang bertugas Komando Daerah militer XVII/Cenderawasih, tewas ditembak oleh orang tak dikenal di sekitar jalan alternatif Wali Kota tembus Kodam, Kota Jayapura, Papua.

Selasa (5/6), tiga orang ditembak dalam sehari. Insiden itu terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Jayapura, di depan kantor Dishub Provinsi Papua yang melukai Iqbal Rifai (22) dan Hardi Jayanto (22). Selanjutnya, aksi serupa terjadi di Jalan Abepura Entrop (Perum Pemda 1 Entrop atau depan CV Thomas). Korban Pratu Frangki Kune (25) terluka di leher (tembus).

Senin (4/6) malam, pelajar SMU Kalam Kudus Jayapura kritis setelah ditembak orang tak dikenal. Gilberth Febrian Madika ditembak saat melintasi kawasan Skyline, Kotaraja, Kota Jayapura. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP