Pelaku pemerkosaan di Malang diduga mengidap kelainan seksual

Sang pacar mengaku kerap diperlakukan kasar ketika bersenggama.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Pelaku pemerkosaan di Malang diduga mengidap kelainan seksual
Gama Mulya (21) dan AS (21) diamankan polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Gama Mulya, seorang pelaku pemerkosa di Malang, Jawa Timur, diduga memiliki kelainan seksual. Terbukti dalam penyidikan kasus itu, polisi menemukan obat kuat, borgol, kondom, dan beberapa benda lain dipakai pelaku.Meski begitu, polisi masih akan melakukan pemeriksaan secara medis buat bisa mendapatkan kebenarannya."Masih perlu pendalaman, nanti akan dilakukan pemeriksaan secara medis untuk mendapatkan kebenarannya," kata Kompol Dewa Putu Eka Darmawan di Mapolres Malang Kota, Selasa (11/8).Seperti diberitakan sebelumnya, Gama Mulya meminta pacarnya, AS, buat mencarikan perempuan perawan sebagai penggantinya. Sebab menurut Gama, AS sudah tidak perawan saat mereka berhubungan badan. Sehingga dia minta dicarikan perempuan lain sebagai pengganti keperawanan tersebut.Dalam gelar perkara, polisi memperlihatkan tali tampar dipakai mengikat korban, obat kuat, dan mobil digunakan menculik dan menyekap. Polisi juga menyita borgol, minuman keras, bra milik korban, alat suntik bekas pakai, dan sprei.Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Malang, AKP Adam Purbantoro, membeberkan adanya perilaku aneh dilakukan oleh Gama. Berdasarkan pengakuan AS, Gama pernah melakukan kekerasan seksual."AS kerap menerima tindakan kekerasan seksual selama berhubungan," ujar Adam.AS mengaku pernah diborgol, dan kelaminnya dimasuki benda keras, semacam alat pembuka tutup botol bir berbentuk alat kelamin. Selain itu, dia kerap diancam kalau tidak mengikuti kemauan pacarnya."Dengan proses seperti itu, tersangka perempuan sama sekali tidak menikmati hubungan badan. Karena itu kasusnya masih kita perdalam," kata Adam.

Rekomendasi