Pelaksanaan Pemilu di Sulsel Terkendala Kemampuan KPPS dan Pengawas TPS
Merdeka.com - Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pengawas TPS disebut jadi salah satu kendala dalam proses penyelenggaraan Pemilu. Hal ini karena mereka dibentuk menjelang Pemilu, dan hanya memiliki masa tugas singkat sekira satu bulan.
Demikian diungkap Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi saat ditemui usai pembukaan rapat koordinasi dengan KPU Sulsel di Hotel Harper, Makassar, Kamis (4/4).
"Iya (jadi kendala) karena penyelenggara di tingkat bawah itu instan. Mereka dibentuk untuk kepentingan sebulan saja yakni KPPS termasuk pengawas TPS-nya. Jadi mereka orang baru tapi mudah-mudahan yang terekrut itu ada yang orang lama yang sudah punya pemahaman dasar. Tapi kalau orang baru, harus diantisipasi. Olehnya itu ada bimtek atau bimbingan teknis," kata Laode Arumahi.
Ditambahkan, mereka jadi kendala karena pengetahuan mengenai regulasi yang kurang mendalam, serta tiba-tiba harus melaksanakan tugas teknis di lapangan.
Hal senada juga diungkap Ketua KPU Sulsel Misnah M Attas. Menurutnya, SDM yang direkrut sebagai anggota KPPS itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Berita Pemilu bisa dibaca di Liputan6.com
"Tapi kami percaya bahwa teman-teman kabupaten/kota sudah merekrut orang-orang yang memang bisa kita andalkan untuk menyelesaikan puncak Pemilu. Ingat bahwa puncak Pemilu dari segala tahapan yang ada, yaitu pada hari pemungutan dan penghitungan suara," kata Misnah.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya