Pelajar SMA Ditemukan Tewas Gantung Diri
Merdeka.com - M (16) pelajar SMA di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas gantung diri. Warga Kampung Padedemanu, Kabupaten Sumba Barat Daya ini ditemukan dengan posisi tergantung di dalam kamar menggunakan kain selendang.
Jenazah korban pertama kali ditemukan kakaknya, Paulina (24). Awalnya korban bersama orang tua korban, Martinus Maha Ndenya (56) pergi ke pasar untuk membeli bahan pangan.
Sepulang dari pasar, korban Marsel langsung menuju rumahnya dan menutup seluruh pintu dan jendela lalu mengurung diri di dalam kamar. Kakak korban tidak menghiraukan karena korban adalah tipikal orang pendiam dan sangat tertutup.
Setelah keluarga selesai makan, Paulina mengecek korban di kamar dan hendak menyuruh makan. Betapa terkejutnya Paulina karena yang dia menemukan korban sudah dalam posisi tergantung di atap rumah di dalam kamar.
Melihat kejadian tersebut, Paulina langsung berteriak memanggil ibu korban Paulina Pati Bebe dan memanggil tetangga yang berada di sekitar rumah korban.
Mereka melaporkan kejadian tersebut kepada pelaksana tugas kepala desa Bukambero, Gerhardus Mete dan juga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Kodi Utara, Polres Sumba Barat Daya.
Kapolsek Kodi Utara, Ipda Daniel Thimotius Ndoen dan anggota jaga bersama anggota piket intelkam Polres Sumba Barat Daya ke lokasi kejadian dan langsung mengamankan lokasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dokte Sri Marnita Siagian dari Puskesmas Billacenge melakukan pemeriksaan fisik dan menemukan adanya bekas ikatan (selendang/kain) pada leher korban. Ditemukan pula cairan mani dan feses pada korban.
"Korban murni gantung diri. Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban," ucap Daniel, Jumat (18/6).
Polisi kemudian mengamankan barang bukti satu lembar selendang warna ungu garis merah, hijau dan orange. Satu lembar celana pendek jeans warna silver dan 1 lembar celana dalam.
Kapolsek Kodi Utara Ipda Daniel Thimotius Ndoen, menyampaikan agar keluarga bisa menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut dan tidak menaruh curiga pada siapapun serta tetap menjaga situasi Kambtibmas.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan tidak akan melakukan proses hukum. Keluarga juga tidak mengetahui persis alasan korban melakukan aksi nekatnya karena selama ini korban tidak ada masalah.
Jenasah korban langsung diurus pihak keluarga dan disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya