Pekerja proyek bangunan tak luput diperiksa sekuriti JIS
Merdeka.com - Puluhan pekerja proyek bangunan berbaris saat hendak masuk ke dalam Jakarta Internasional School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan, sore ini. Salah satu pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya mengaku tengah bekerja membetulkan salah satu ruang kelas di JIS.
"Perbaikan ruang kelas tersebut pun tengah berjalan selama empat bulan," katanya di lokasi, Rabu (23/4).
Pantauan merdeka.com, agar bisa masuk ke dalam lingkungan JIS, para pekerja harus rela mengantre dengan cara berbaris di depan pos keamanan. Mereka lantas satu persatu diperiksa oleh petugas keamanan.
Tak hanya badan mereka yang digeledah, barang bawaan mereka pun tak luput dari pemeriksaan petugas keamanan sekolah.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi telah menutup operasional Jakarta International School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan. Hal tersebut mengacu kepada Pasal 71 UU Sisdiknas Tahun 2003 tentang sekolah yang beroperasi tanpa izin.
Terkait pasal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan terdapat ketentuan pidana yang diarahkan terhadap JIS.
"Kita arahkan ke sana (unsur pidana) karena berdasarkan evaluasi Kemendikbud. Jadi masih banyak yang dikembangkan, terutama kasus sodomi termasuk izin sekolah tersebut," tegas Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Rabu (23/4).
Rikwanto menilai setelah mencuatnya kasus sodomi terhadap salah satu siswa TK JIS berinisial M, internal JIS dianggap lalai dalam pengawasan pengasuhan sejumlah anak di bawah umur yang dipercayakan orangtuanya untuk menuntut ilmu di sekolah bertaraf internasional tersebut.
"Seperti contoh satu kelas kurang lebih 16 orang. Harusnya guru tahu betul situasi dan kondisi anak didiknya saat keluar masuk sekolah, mau makan, jam istirahat termasuk izin buang air kecil," tegas Rikwanto.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya