Pekerja Jelaskan Proses Daur Ulang Sampah Plastik Usai Diduga Sebabkan Cisadane Merah
Merdeka.com - Tempat usaha pencucian sampah plastik di kavling Serpong, Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan, yang menggunakan air Sungai Cisadane, untuk membersihkan sampah plastik mengaku tidak pernah menggunakan cairan kimia untuk membersihkan sampah-sampah plastik.
Dion, pekerja di rumah usaha pencucian sampah plastik itu, menerangkan kalau usaha pencucian sampah plastik tempatnya bekerja juga tidak menggunakan deterjen untuk membersihkan plastik bekas pakai itu.
"Kalau misalkan kemarin ada yang warna merah, ada dibungkus plastik, terus enggak ketahuan sama kita, ya kita kan manusia ada khilaf ada lupanya itu saja. Di luar kemauan kita. Kita enggak pernah pakai kimia. Enggak pernah pakai sabun juga. Pencucian biasa saja," kata Dion ditemui di tempat pencucian sampah plastik, Senin (4/10).
Dia bersama pekerja lain mengaku hanya membersihkan sisa-sisa kotoran pada sampah plastik yang menempel. Pembersihan dilakukan menggunakan gunting untuk membuang bagian plastik kotor yang sulit dibersihkan.
"Paling disobek dan digunting biar kotorannya lepas dari plastik," kata dia.
Dion menyebutkan, tempatnya bekerja hanya menampung sampah-sampah plastik dari sejumlah pengepul termasuk pengepul sampah perorangan (pemulung) yang kerap datang langsung ke tempat usaha pencucian sampah plastiknya.
"Kayak pengepul, kalau pabrik dibuang kan enggak busuk. Makanya dicuci di sini, diolah di sini. (Asal plastik) dari mana saja, dari pengepul-pengepul," ujar dia.
Dia menduga warna merah di Sungai Cisadane berasal dari plastik bekas makanan yang masih menempel di dinding-dinding plastik.
"Kita enggak tahu apa (plastik) di dalam karung. plastiknya bekas bungkus apa kita juga enggak tahu. Soalnya kalau kelihatan sama kita kalau ada merah-merahnya kita cuci. Justru yang kayak bungkus makanan gitu, kaya bungkus ciki atau makanan," kata dia.
Dia menerangkan, dalam membersihkan sampah atau kotoran pada sampah plastik yang diterima dari pengepul lain, pihaknya menggunakan mesin laiknya mesin cuci.
"Jadi yang tadinya ada sisa-sisa kotoran yang nempel menjadi bersih. Kalau warnanya tidak hilang, hanya kotoran yang menempel bersih," jelas dia.
Dion juga menyebutkan, kalau dalam seminggu tempat usahanya itu, bisa mencuci satu sampai dua ton sampah plastik dalam satu minggu.
"Seminggu seton dua ton, enggak banyak. Merah itu kan sebenarnya banyak, bisa dari tomat, dari buah-buahan, bisa dari perwarna makanan," terang dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya