Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pejabat Perhutani yang ogah tinggal di rumah dinas bakal dicopot

Pejabat Perhutani yang ogah tinggal di rumah dinas bakal dicopot Ilustrasi hutan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Dave Allen Photography

Merdeka.com - Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar menegaskan kepada pejabat Perhutani agar tinggal di rumah dinas yang sudah disediakan, hal itu guna memudahkan koordinasi pengamanan hutan di wilayah tersebut. Jika pejabat yang ditugaskan menolak, maka pihak perhutani mengancam akan mencopot pejabat bersangkutan.

"Jika pejabat Perhutani tidak mau tinggal di rumah dinas, maka akan dicopot dari jabatnya. Jika setiap hari pulang, bagaimana dia (pejabat) akan berkoordinasi dengan pengaman setempat dan bagaimana mereka bersosialisasi serta melakukan pengamanan hutan," kata Mustoha saat ditemui pada acara penyerahan 2.167 sepeda motor untuk Asper, di Kantor Divre, Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (10/12).

Mustoha mengatakan, jika ingin meninggalkan tempat, pejabat Perhutani harus meminta izin terlebih dahulu. Rumah dinas pun akan dibuat senyaman mungkin, hal itu agar pejabat Perhutani betah tinggal.

"Bagaimana (pejabat perhutani) merasa senang jika rumah dinas yang didapat tidak nyaman. Tapi, jika sudah diperbaiki mereka tidak mau tinggal, akan kita copot," tegas Mustoha.

Pada kesempatan yang sama, Perum Perhutani juga menyerahkan 2.167 unit sepeda motor trail untuk kendaraan dinas pegawai Perhutani untuk Asper dan KRPH. Motor tersebut diberikan dengan harapan akan menambah semangat petugas Perhutani untuk keliling kawasan hutan.

"Asper diberi fasilitas. Selama ini pengamanan dilakukan dengan jalan kaki atau naik motor sendiri (pibadi)," terang Mustoha.

Mustoha mengungkapkan, pemberian 2.167 unit motor kepada petugas Asper merupakan program tahap pertama yang dilakukan oleh Perum Perhutani. Nantinya, pemberian bantuan serupa juga akan dilakukan pada tahun 2016.

"Asper, selama ini motor saja tidak dikasih, tentu hal itu tidak adil. Kita kasih motor trail, karena kawasan yang diamankan juga bukan jalan beraspal," jelasnya.

Selain itu, ADM KPH Pati, Dadang Ishardiyanto memaparkan, di wilayah ADM pati sedikitnya ada 10 rumah dinas Perhutani yang ditempati Asper. Padahal, jumlah KRPH mencapai 47 petugas. Namun, sebagian rumah dinas itu dalam kondisi kurang nyaman.

"Sebagian besar rumah dinas KRPH memang kondisinya kurang layak. Jadi, kita telah melakukan perbaikan beberapa rumah dinas, namun belum menyentuh seluruhnya," pungkasnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP