Pegawai tiba-tiba mogok, diskotek favorit bule di Kuta geger
Merdeka.com - Seperti telah direncanakan oleh seluruh pegawai di tempat hiburan malam Sky Garden, Kuta, Bali. Saat jam tamu padat pengunjung, para pegawainya langsung keluar memilih bersantai ria duduk di trotoar jalan.
Sontak saja, hal ini membuat sejumlah pengunjung yang sedang menikmati musik ikut bingung. Bahkan salah seorang turis asing sempat panik dan berlari, dipikir ada bom ke-3 di Kuta.
Sky Garden yang terletak di depan monumen bom Bali I membuat lalu lintas juga ikut macet. "Kami tidak bikin ulah, tenang saja. Kami juga ingin santai seperti kalian menikmati Kuta, yang mau masuk silakan. Ambil minuman sendiri, anggap aja rumah sendiri," teriak salah seorang karyawan Sky Garden, Senin (19/1) di Kuta Bali.
Tempat hiburan yang digandrungi para anak kampus dan sejumlah turis asing ini, buka dari pukul 22.00 Wita hingga pukul. 02.00 Wita dini hari. Semula, sejumlah tamu yang masuk dilayani dengan baik hingga pukul 23.00 Wita.
"Kami begini karena menuntut keadilan. Tempat ini lebih mementingkan turis asing sebagai pekerja dibandingkan pekerja lokal. Jika ini tetap dibiarkan, penuh Kuta ini hanya isinya turis bekerja dan turis pelancong," sambung rekan lainnya di tangga masuk Sky Garden.
Selain itu, alasan mereka melakukan aksi ini, lantaran jadwal tugas jaga sekuriti yang bekerja di Sky Garden dan outsourcing rekrutan manajemen baru, amburadul. Katanya, tiba-tiba datang sekuriti baru rekrutmen dari PT Garda Chief yang berjumlah 50 orang untuk bertugas jaga malam. Akibatnya, sempat terjadi adu argumen karena sekuriti lama yang sedang berjaga melakukan pemeriksaan terhadap para sekuriti baru tersebut.
Sekuriti outsourcing dari PT Dirga Chief akhirnya mundur ke barat jalan pada pukul 22.00 Wita. "Saudara-saudara dari PT Dirga Chief ini tidak keberatan dan tidak mau memprovokasi. Mereka mempersilakan sekuriti yang telah ada ini untuk menyelesaikan dengan pihak manajemen dulu," ujar seorang petugas.
Namun selang beberapa lama kemudian, para sekuriti dari outsourcing kembali merapat. Suasana tegang terjadi. Jumlah mereka sekitar 50 orang berbadan tegap. Ketika hendak masuk ke diskotek, mereka dihadang puluhan sekuriti rekrutan manajemen. Seorang staf sekuriti sempat ditarik paksa aparat sehingga terjadi ketegangan. Akibatnya, jalanan di sepanjang Jl Legian macet total.
Hingga malam ini, petugas dari Polsek Kuta dibantu Koramil TNI masih nampak berjaga-jaga. Bahkan sejumlah sekuriti nampak tegang dan terlihat mempersiapkan sejumlah peralatan untuk senjata. Tempat hiburan malam yang ramai pengunjung ini, untuk sementara ditutup.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya