Pecat dosen karena mengkritik, itu melawan demokrasi
Merdeka.com - Dosen Universitas Pertahanan Al Araf dinonaktifkan karena menulis opini yang mengkritik pembelian alutsista oleh Kementerian Pertahanan. Penonaktifan dosen karena mengkritik pemerintah disebut cara-cara melawan demokrasi.
"Pelarangan memberi kuliah kepada saudara Al Araf karena yang bersangkutan telah mengkritisi kebijakan pengadaan alutsista, sangat disesalkan," kata TB Hasanudin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, (19/7).
Menurut TB Hasanudin dengan penonaktifan dosen tersebut, artinya telah mencederai kebebasan akademis. "Unhan tidak dibiayai oleh perorangan tapi dibiayai oleh uang rakyat. Jadi siapapun tak berhak melarang seseorang karena telah mengkritisinya," tegas TB Hasanudin.
Kedua, ujar TB Hasanudin, tindakan itu sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi, bagaimana mungkin seseorang bisa diberhentikan pekerjaannya karena tulisan di media. Kalau tidak setuju, dapat menulis penjelasan kepada publik melalui media pula," lanjutnya .
Politisi PDIP ini juga berharap tindakan yang terakhir. Jangan sampai demokrasi di Indonesia dibangun oleh arogansi birokrasi. "Mari kita jauhi sifat-sifat arogan yang hanya menumbuhkan antipati dan kebencian rakyat," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, Al Araf, dosen tidak tetap di Universitas Pertahanan (Unhan), tiba-tiba saja dinonaktifkan pihak kampus. Al Araf menduga penonaktifan itu karena sebelumnya dia mengkritisi Kemhan lewat tulisan tentang pembelian tank Leopard yang dimuat di sebuah harian nasional.
Al Araf pun menceritakan pangkal cerita dirinya dipanggil pihak rektorat. Menurutnya, saat itu rektor memerintahkan dekan untuk segera menindaklanjuti dan memberikan peringatan atas tulisan itu setelah menerima telepon dari Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
"Akibat tulisan saya itu, Menhan kemudian telepon rektor dan meminta agar menyikapi soal tulisan saya. Detail pembicaraan mereka saya nggak tahu seperti apa, intinya memerintahkan dekan atau komandan Sekolah Kajian Pertahanan dan Strategi (SKPS) untuk memanggil saya pada tanggal 12 April. Lalu saya bertemu dengan dekan terkait telepon itu," bebernya. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya