Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP percaya peran Nahdlatul Ulama semakin memperkuat Indonesia

PDIP percaya peran Nahdlatul Ulama semakin memperkuat Indonesia Seminar Kembali ke Pancasila di Surabaya. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan selamat harlah ke 91 kepada Nahdlatul Ulama (NU). Mereka percaya ke depannya NU bakal semakin memperkuat Indonesia. Apalagi peran NU dalam kemerdekaan merupakan sejarah penting bagi Indonesia.

"PDI Perjuangan percaya bahwa NU tidak hanya menjadi kekuatan perekat bangsa. Sejarah mencatat peran NU di dalam membela kemerdekaan Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Resolusi Jihad yang kini diperingati sebagai Hari Santri," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Rabu (2/1).

Hasto menuturkan, seluruh napas organisasi NU mengalir wajah Islam membangun peradaban. Sehingga pihaknya mengapresiasi peran NU dalam mewujudkan Islam nusantara untuk Indonesia.

Tema harlah ke 91 NU mengusung budaya sebagai infrastruktur penguatan agama. Hasto menilai, itu menunjukkan bahwa Islam berkembang dengan rukun damai. Sehingga bisa secara luas diterima masyarakat di Indonesia karena pendekatan budaya lokal sebagai pemahaman keagamaan.

Untuk itu, dia menegaskan, organisasi NU bagi PDIP merupakan mitra penting demi mempersatukan rakyat. "Ibu Megawati Soekarnoputri selalu menegaskan sikap PDIP yang menempatkan NU sebagai sahabat dan mitra sejati untuk membumikan Pancasila," tegasnya.

PDIP, lanjut Hasto, juga berharap harlan NU juga memberikan jawaban atas berbagai persoalan nasional. Terutama berkaitan dengan adanya pelbagai pihak mengganggu Pancasila dan kebhinekaan Indonesia.

"Melalui NU lah kita bisa melihat proses akulturasi budaya sehingga agama hadir penuh kesejukan dan menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Hasto menambahkan, PDIP juga seluruh upaya NU menampilkan sifat moderat. Terutama melalui watak NU penuh toleransi dan saling menghormati sebagaisesama makhluk Tuhan.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan, pihaknya merasa wajib mempertahankan NKRI karena terlibat aktif dalam kemerdekaan Indonesia melalui BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945, menyerukan resolusi jihad 22 Oktober 1945 dengan mewajibkan mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Untuk itu, menurut Said, NU tidak pernah sekalipun melakukan bughat atau makar terhadap Pancasila dan NKRI. "Inilah Nahdlatul Ulama, meski dibully, difitnah, dan dicaci tetap berdiri membela NKRI," kata Said Aqil. Seperti diberitakan Antara. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP