Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP pasang badan soal Megawati dituduh jadi penista agama

PDIP pasang badan soal Megawati dituduh jadi penista agama HUT PDIP. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira mempertanyakan laporan Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama yang menuding Ketum Megawati Soekarnoputri menistakan agama saat menyampaikan pidato di HUT ke 44 PDIP. Andreas memastikan PDIP siap melakukan melakukan perlawanan hukum atas laporan tersebut.

"Siap saja. Cuma ya, apa ya, jadi terlalu naif," kata Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Andreas meminta Baharuzama selaku pihak pelapor mempelajari kembali isi dan konteks pidato Megawati. Dia menilai pelapor tidak memahami isi pidato tersebut.

"Apanya yang penistaan? Saya kira yang melaporkan itu tidak memahami persoalan, isi dari pidato itu. Suruh pelajari dulu lah pidato itu," tegasnya.

Pelapor mengutip pidato Mega yang menyebut 'ulama adalah peramal masa depan, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana' sebagai dasar aduan. Andreas menegaskan semua agama mengajarkan hal tersebut.

Akan tetapi, menurutnya, tiap orang memiliki pilihan untuk mempercayai ajaran itu atau tidak. Sebab, agama adalah soal keimanan dan tidak bisa dicampur adukkan dengan urusan politik atau lainya.

"Kalau hal itu, semua agama juga seperti itu. Saya ini katolik, Di katolik juga gitu. Kalau pendeta juga akan ngomong kehidupan lain. Kalau ‎enggak, enggak perlu percaya. Agama kan harus ada dogma, itu soal keimanan. Kalau bawa Iman ke dalam politik jadi enggak nyambung," pungkasnya.

Sebelumnya, Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama melaporkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri. Mega dituduh telah menistakan agama saat menyampaikan pidato di HUT PDIP beberapa waktu lalu.

Dalam laporan, Baharuzama selaku pihak pelapor mengutip sepenggal pidato Mega yang dianggap telah menistakan agama. Berikut kalimat yang dituduh telah menistakan agama oleh Baharuzaman selaku mantan Ketua FPI Jakarta Utara.

'Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa 'self fullfilling prophecy', para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal, notabane mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya'.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP