PDIP minta Kapitra Ampera laporkan pelemparan molotov ke polisi
Merdeka.com - PDI Perjuangan mengutuk keras aksi teror yang ditujukan kepada bakal calon legislatifnya Kapitra Ampera. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku telah meminta Kapitra untuk melaporkan teror tersebut kepada polisi. Aparat kepolisian diminta mengusut tuntas aksi teror terhadap Kapitra.
"Kami mengutuk keras tindakan-tindakan yang sembunyi tangan, tindakan yang tidak bertanggungjawab," kata Hasto di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (7/8).
"Dan tidak bisa dibiarkan, maka kami juga meminta Pak Kapitra segera melaporkan kami juga akan menjadi benteng bagi siapapun yang menerima tindakan teror," sambung dia.
PDIP akan pasang badan membela dan melindungi Kapitra. Menurutnya, mantan kuasa hukum Rizieq Syihab itu juga menyatakan tidak gentar mendapatkan aksi teror tersebut.
"Kapitra sendiri mengatakan tetap mengatakan kebenaran harus ditegakkan di atas kebenaran itu sendiri. Beliau tidak akan mundur sedikitpun terhadap berbagai tekanan-tekanan. Dia telah memutuskan bersama PDI perjuangan," ujarnya.
Diketahui, rumah Kapitra Ampera di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Jakarta Selatan, mendapatkan serangan teror bom molotov, Senin (6/8) malam. Mantan kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, diperiksa tak lama setelah terjadi serangan teror.
"Iya sudah, saya sudah di BAP usai itu (pelemparan bom molotov)," kata Kapitra saat dihubungi, Selasa (7/8).
Kapitra menduga teror molotov ini terkait pencalegannya dari PDIP. Dugaan itu setelah dia merasa selama ini tak pernah mempunyai masalah dengan orang lain.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya