PBNU: Lakukan money politic di pileg dan pilpres masuk neraka
Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada warga nahdliyin dan seluruh warga negara untuk turut berperan serta mensukseskan Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang. Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu berharap pelaksanaan Pilpres tidak dilakukan dengan menghalalkan segala cara.
"Money politic, di pileg, timses, tidak boleh berulang kembali. Penyuap dan yang disuap masuk neraka, kalau masih takut neraka," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di kantornya, Jakarta, Rabu (30/4).
PBNU melihat bentuk-bentuk politik yang menghalalkan segala cara adalah maksiat kepada agama. Bahkan politik demikian bisa dikategorikan sebagai bentuk pengkhianatan atau durhaka terhadap bangsa dan negara.
Selain itu, PBNU juga menyerukan agar setiap warga negara turut bertanggungjawab atas sukses tidaknya jalannya pemerintahan lima tahun ke depan. Oleh karena itu, kata Said, PBNU menyarankan agar setiap warga negara turut berperan aktif dan melakukan istigasah agar pilpres berjalan damai.
"Kedua bahwa partisipasi dalam pemilihan presiden bisa dianggap sebagai bentuk ibadah, selama hal itu dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar, yang mengindahkan nilai-nilai agama dan moral," jelas Said.
PBNU menyerukan warga nahdliyin dan masyarakat umumnya untuk melakukan istigasah. Dengan harapan pileg berlangsung aman, tertib dan lancar. Selain itu juga akan terpilih sosok pemimpin amanah, pemimpin yang mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongannya.
"PBNU mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga tali ukhuwah Islamiyah. Yakni dengan menjaga keamanan, menciptakan iklim dan suasana damai," tandasnya.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya