PBNU bersyukur KPK tak sita Masjid Syaikhona Kholil
Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyambut baik sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menegaskan tidak pernah menyita Masjid Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terkait penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Fuad Amin Imron.
"NU mengucapkan terima kasih atas klarifikasi KPK, karena KPK ternyata tidak pernah menyita Masjid Syaikhona Kholil," kata Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (25/3).
Menurut Slamet, klarifikasi yang dilakukan lembaga antirasuah itu sangat penting. Pasalnya, isu penyitaan masjid itu akan mempengaruhi aktivitas peziarah mengingat masjid tersebut memiliki nilai sejarah.
"Jadi kami bersyukur KPK sigap memberi kejelasan dan memberi lengkap daftar sitaan aset pencucian uang Fuad Amin, dan itu sudah dilihat, karena Masjid itu kuno dan peziarah luar biasa banyak," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf mengingatkan KPK untuk berhati-hati melakukan penyitaan aset tersangka kasus dugaaan TPPU. Hal itu disampaikan Slamet menanggapi kabar kalau KPK menyita tempat ibadah yakni masjid Syaikhona Kholil di Bangkalan terkait kasus TPPU Fuad Amin Imron.
Dia menilai, masjid yang diklaim Fuad itu tidak berkaitan dengan TPPU bekas Bupati Bangkalan. Sebab, masjid yang dimaksud sudah lama berdiri. Sementara itu, KPK membantah telah melakukan penyitaan berupa masjid menyangkut penyidikan dugaan TPPU, Fuad Amin Imron.
"Perlu diklarifikasi bahwa tidak benar KPK melakukan penyitaan terhadap masjid tersebut," tegas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya