Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasutri penjaga Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda menghilang

Pasutri penjaga Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda menghilang Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda. ©2016 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah di Jalan Ir Sutami RT 22, kelurahan Karang Asam Ulu, kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, terlihat semakin sepi usai ditutup sementara Pemkot Samarinda sejak Kamis (6/8) kemarin. Sejauh ini, pengikut padepokan yang merasa dirugikan diduga saling tunggu melapor polisi.

Sedari pagi tadi, sejumlah orang berkendara roda dua terlihat lalu lalang di depan padepokan sambil sesekali melihat ke dalam padepokan yang terkunci rapat. Terlebih lagi, hari ini pemberitaan penutupan padepokan menghiasi pemberitaan media lokal.

Dua orang suami istri yang sebelumnya menjaga padepokan sekaligus rumah milik Sumaryono, yang bergelar Sultan Agung dari Dimas Kanjeng, terlihat tidak ada lagi di padepokan. Pun demikian, Sumaryono yang dikabarkan pulang ke rumahnya dari Jawa Timur, tidak terlihat tanda-tanda dia berada di rumahnya.

"Sepi, sekarang sepi tidak ada lagi orang di padepokan. Penjaganya pergi keluar tidak tahu ke mana," kata tetangga padepokan, Suyamto, kepada merdeka.com, Jumat (7/10) sore.

Padahal 2 hari sebelumnya, masih terlihat sejumlah orang dan kendaraan roda empat dan roda dua terparkir di teras padepokan. Sejauh ini, tidak ada yang bertanya mencari tahu lanjutan aktivitas padepokan ke tetangga padepokan maupun ke RT setempat.

"Belum, belum ada yang laporan sejauh ini. Ya mungkin saling tunggu, karena mungkin malu," ujar Suyamto.

Pun demikian posko aduan padepokan Taat Pribadi yang dibuka di Polresta Samarinda sejak 5 Oktober 2016 lalu, masih nihil yang datang melapor. Terkait kabar pengikut padepokan di antaranya seorang anggota Polri di Samarinda, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwiputro merasa tidak perlu mencari tahu oknum anggota Polri itu.

"Belum ada laporan ke posko. Soal anggota Polri itu, tidak perlu dicari. Nanti kan bisa keluar sendiri (melapor). Lebih baik melayani masyarakat, ketimbang mencari-cari korban," kata Setyobudi.

"Kalau merasa dirugikan, ya dipersilakan melapor. Sampai sekarang, pengawasan padepokan tetap kita lakukan, baik itu pengawasan terbuka maupun pengawaaan tertutup," ujar Setyobudi.

Diketahui, padepokan Taat Pribadi ditemukan di Samarinda, bernama Yayasan Padepoka Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah, di Jalan Ir Sutami, Gang Pusaka Blok C No 61 kelurahan Karang Asam Ulu, kecamatan Sungai Kunjang. Pascapenangkapan Dimas Kanjeng, nama YPDK dicopot.

Padepokan itu diketahui rumah milik Sumaryono, yang mendapat gelar Sultan Agung dari Dimas Kanjeng sejak November 2015 lalu. Padepokan sendiri awalnya adalah tempat pengajian biasa sejak 2011 lalu, hingga menjadi padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di 2013. Pengikutnya terus bertambah, hingga lebih dari 200 orang.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP