Pasutri pelatih basket Jembrana hidup lumpuh tak dapat perhatian
Merdeka.com - Pasangan suami istri mantan pelatih basket di Jembrana, Nyoman Suarsana (62) dan istrinya Hindriyani (58) tergolek tak berdaya di atas kasur. Kesehariannya hanya dirawat anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan.
Di atas tanah tidak lebih dari 60 m3, di dalam bangunan rumah gubuk Jl Kalimutu 126, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, tinggal mantan pelatih basket yang sempat mengantarkan Kabupaten Jembrana sebagai juara provinsi.
Keduanya, pelatih basket pria dan wanita di Kabupaten Jembrana di era tahun 2008 hingga 2013. Kelumpuhan dialami kedua pelatih ini setelah kecelakaan yang terjadi 2 tahun lalu.
"Ya, sejak bapak dan ibu kecelakaan, menderita patah tulang punggung, sejak itu pula hanya bisa terbaring berdua di atas kasur," ungkap mantan anak didiknya (pebasket), Putu Eka Yuda Sanjaya (25) kepada merdeka.com, Senin (2/2) di Jembrana, Bali.
Katanya selama ini, mantan pelatih yang begitu tegas dan disiplin dalam melatih ini hanya dirawat anak dan adik iparnya.
"Anaknya hanya kerja serabutan, kadang kita-kita mantan anak didiknya yang sering berkunjung setiap hari bergantian," kata Sanjaya.
Saat melatih, baik ibu maupun bapak sangat bersemangat. Suarsana saat melatih akrab disapa Om Aing. Bahkan teamnya sempat mengantarkan pebasket Jembrana juara Porprove. "Om Aing, satu-satunya yang mampu mengantarkan team pebasket Jembrana juara," kenangnya.
Katanya sejak tahun 2008 hingga 2013 sempat melatih basket di Persatuan Basket Indonesia. "Beliau seorang pelatih yang berjiwa sosial dan tidak pernah menerima imbalan," jelasnya.
Ia berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan mantan pelatihnya. Setidaknya ada bantuan biaya perawatan.
"Bagaimanapun juga, ia berjasa membawa Jembrana ke tingkat juara. Mohon dibantu minimal perawatan om Aing yang kami anggap sendiri bapak kami sendiri," harapnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya