Pasutri Diamankan Densus 88 di Semarang Dikenal Jarang Bergaul dengan Warga
Merdeka.com - Tim Detasemen Antiteror 88 mengamankan pasangan suami istri Amirudin (44) Marifah Hasanah (44). Pasutri ini diketahui menempati rumah kontrakan di Kampung Kepoh, RT 1 RW IV, Nongkosawit, Gunungpati.
Keseharian keduanya cenderung tertutup sejak mengontrak rumah tersebut tiga tahun terakhir. "Jadi hampir tiga tahun kontrak di sini pihak istri tertutup. Sedangkan pihak suami kerja pemborong jarang pulang," kata Fadoli warga setempat saat dimintai keterangan, Selasa (15/10).
Dia menyebut, Marifah Hasanah merupakan warga asal dari Gadingrejo, Pringsewu, Lampung. Dari informasi bahwa, pihak istri perilakunya janggal karena tak pernah sekalipun bersosialisasi dengan warga sekitar.
"Tidak pernah ikut kegiatan perkumpulan dengan ibu-ibu kampung. Ngobrol saja kumpul tidak pernah. Sedangkan Amirudin sosok yang gampang bergaul. Amirudin tercatat berasal dari Dusun Jatipunggo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang," jelasnya.
Fadoli menjelaskan dalam penangkapan yang sama, istri Amirudin yang bernama Marifah Hanifah turut dibawa Densus 88. Marifah ikut diamankan usai mengantarkan anaknya berangkat sekolah.
"Jadi pas suaminya dibawa polisi, istrinya yang baru datang antar sekolah ternyata juga diamankan. Setahu saya, dia istri yang kedua, sehari-hari sering di rumah. Dan sesekali tampak keluar untuk membersihkan halaman rumah," terangnya.
Sedangkan dari hasil penggerebekan itu, tim Densus menyita sejumlah barang bukti dari rumah kontrakan tersebut. "Barang bukti laptop, sebuah scanner, sebuah KTP, ATM, empat ponsel, sebilah samurai, dua buku berisi materi jihad hingga beberapa lembar buku catatan," tutupnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya