Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paslon Petahana Didiskualifikasi KPU, Pengamanan di Ogan Ilir Diperketat

Paslon Petahana Didiskualifikasi KPU, Pengamanan di Ogan Ilir Diperketat Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai putusan diskualifikasi terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), pengamanan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diperketat. Sejauh ini situasi masih kondusif.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi mengungkapkan, untuk pengamanan dikerahkan 259 personel kepolisian dari Polres Ogan Ilir dibantu Polda Sumsel dan Brimob. Pengamanan juga menyertakan anggota TNI.

"Kita kerahkan 259 personel, ada juga dari TNI. Kita ingin situasi tetap kondusif, tidak ada gesekan setelah putusan KPUD itu," ungkap Imam, Rabu (14/10).

Dikatakan, personel tersebut disebar di kantor KPUD dan Bawaslu Ogan Ilir serta beberapa lokasi yang menjadi obyek lainnya, seperti pusat keramaian, SPBU, dan sepanjang jalan. Pihaknya juga terus memantau perkembangan masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik akibat putusan itu.

"Kami mengimbau semua pihak menahan diri, jangan terprovokasi. Mari jaga daerah kita sama-sama," ujarnya.

Menurut dia, situasi di kabupaten penyangga Palembang itu masih kondusif. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk roda pemerintahan tetap berjalan normal.

"Alhamdulillah tidak ada gejolak, kami terus jaga situasi itu," kata dia.

Diketahui, paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak dicoret pencalonannya dalam pilkada Ogan Ilir 9 Desember 2020. KPUD setempat mengabulkan rekomendasi Bawaslu karena dinilai melakukan mutasi pejabat sebelum mengajukan cuti kampanye yang dianggap melanggar aturan.

Paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak diusung lima partai politik. Yakni PDIP, Golkar, Partai Berkarya, Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang, dengan jumlah kursi di legislatif sebanyak 19.Pasangan ini bertarung melawan paslon nomor urut 01 Panca Akbar-Ardani. Panca merupakan putra Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menggantikan kakaknya AW Noviadi yang tak bisa mencalonkan diri karena tak memenuhi persyaratan. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP