Paska operasi, Nyak Sandang ingin lihat Jokowi
Merdeka.com - Paska operasi katarak mata kirinya, Nyak Sandang nasionalis dari Aceh yang pernah ikut menyumbang hartanya agar Indonesia dapat membeli pesawat pertama berharap dapat bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Perwakilan dari keluarga Nyak Sandang, Maturidi menyebut perwakilan dari Kepresidenan telah datang mengunjungi Nyak Sandang. "Kalau Pak Jokowi nya langsung belum, tapi pihak dari kepresidenan sudah nengok," katanya di Jakarta, Jumat (30/3).
Saat tim Kepresidenan menjenguk, lanjut dia, Nyak Sandang menginginkan bertemu mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Menurut Maturidi Nyak Sandang ingin melihat wajah Jokowi secara langsung. Hal itu sekaligus ingin mengucapkan terimakasihnya secara langsung.
"Kata beliau, saya ingin lihat wajah presiden, soalnya pertemuan kemarin beliau sudah salaman, sudah memegang tangannya, elus tangganya. Tapi wajahnya enggak," paparnya.
Kendati begitu, Maturidi menyebut pihaknya belum mengetahui kapan dapat bertemu dengan mantan Wali Kota Surakarta tersebut. "Belum ada schedule tapi berharap bisa ketemu secara langsung. Ketemu Pak Polisi," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokow mendapat tamu istimewa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/3) sore. Nyak Sandang (91) datang menemui Orang Nomor Satu di Indonesia itu bersama dua anaknya.
Nyak Sandang punya jasa besar bagi Indonesia. Ia menjual sepetak tanah dan 10 gram emas seharga Rp 100 saat berusia 23 tahun. Nyak Sandang memberikan uang itu kepada Presiden Soekarno pada 1948. Presiden Pertama RI itu tengah mencari dana untuk membeli pesawat pertama Indonesia.
Dari kontribusi Nyak Sandang dan warga Aceh lain, Indonesia bisa membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.
Di depan Jokowi, Nyak Sandang menunjukan bukti obligasi pemerintah tahun 1950. Berbincang dengan Jokowi, Nyak Sandang menggunakan bahasa Aceh. Salah satu anaknya Maturidi menjadi penerjemah.
"Ini Pak Jokowi, Ayah. Dia senang sekali bisa bertemu Presiden," kata Maturidi.
Dalam pertemuannya itu, Nyak Sandang pun mengutarakan beberapa permohonan. Salah satunya mengenai bantuan untuk operasi katarak. Hal itu disambut baik Jokowi.
"Baik nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak kan operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya," jawab Jokowi.
Selain itu, pria yang berusia 91 tahun pun meminta agar dibuatkan masjid di kampungnya di Lamno, Aceh. Jokowi berjanji akan mengirim tim ke sana. Permintaannya yang ketiga adalah untuk menunaikan ibadah haji. "Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua," lanjut Maturidi.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya