Pascapenangkapan Bupati Amran, Buol diterpa isu liar
Merdeka.com - Pascapenangkapan Bupati Buol, Amran Batalipu, oleh penyidik KPK, banyak isu simpang siur yang mengaitkan Pilkada dengan proses hukum tersebut. Karena itu, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dewa Parsana segera mengumpulkan para tokoh di wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, Kapolda juga mengundang para kandidat bupati/wakil bupati serta tim sukses masing-masing dalam pertemuan tersebut. Kapolda memberi pemahaman kepada semua pihak bahwa Pilkada Buol dan kegiatan KPK merupakan dua kegiatan nasional yang besar dan terpisah satu sama lain, sehingga harus disukseskan oleh seluruh masyarakat Buol.
"Pilkada adalah pesta demokrasi seluruh rakyat sedangkan kegiatan KPK adalah aktivitas penegakan hukum yang juga harus disukseskan masyarakat. Jadi mohon semua pihak tidak memancing-mancing terjadi keributan dan juga tidak mudah terpancing untuk melakukan tindakan yang melawan hukum dan merugikan daerah," ujar Parsana dalam pengarahannya, seperti dikutip Antara, Jumat (6/7).
Dewa memastikan situasi keamanan di Buol tetap kondusif dan sama sekali tidak terpengaruh dengan penangkapan yang dilakukan KPK. "Situasi di sini tetap aman dan tenteram meski isu-isu simpang siur terus beredar di kalangan masyarakat," kata Dewa Parsana.
Menurut Dewa, saat ini adalah momentum yang paling baik bagi warga Buol untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Buol merupakan daerah yang aman dan kondusif serta masyarakatnya menjunjung tinggi penegakkan hukum.
Seperti diberitakan, penangkapan KPK ini bak pukulan telak kedua bagi Amran setelah dari perhitungan sementara suara Pilkada Buol diprediksikan ia bakal kalah. Suara Amran-Machmud Baculu yang diusung Golkar kemungkinan besar keok dari pasangan Amiruddin Rauf-Syamsuddin Kuloi yang diusung Demokrat. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya