Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pascagempa Sulteng, Mendikbud segera dirikan tenda untuk anak-anak belajar

Pascagempa Sulteng, Mendikbud segera dirikan tenda untuk anak-anak belajar Roa-Roa Hotel. ©REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, berharap kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa segera dilakukan pascagempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Muhadjir beralasan agar anak-anak yang terdampak gempa dan tsunami tidak kehilangan motivasinya untuk sekolah dan merupakan bagian dari trauma healing.

"Walau ada gempa sekolah harusnya musti berjalan. Secepatnya. Semakin cepat kegiatan belajar mengajar kita lakukan lagi semakin baik. Jangan sampai anak tertinggal mata pelajaran dan jangan sampai anak mentalnya down," ujar Muhadjir di Yogyakarta, Rabu (3/10).

Muhadjir menerangkan jika anak-anak tidak segera didorong dan diajak ke sekolah, nanti akan muncul kesulitan untuk mengajak mereka kembali ke sekolah. Sebab, lanjut Muhadjir anak-anak sudah terlanjur keenakan tak bersekolah.

"Anak-anak ini nanti kalau tidak segera kita dorong atau kita panggil dan ajak sekolah nanti keenakan mereka. Mengembalikan mereka kembali ke sekolah susah. Terutama yang kelas 1 dan kelas 2. Bisa nanti kemudian pekerjaan sendiri untuk mengajak mereka," ungkap Muhadjir.

Untuk konsep belajarnya, tidak harus seperti kegiatan sebelumnya. Mungkin, kata dia, kegiatan belajar diisi dengan kegiatan lainnya yang menghibur.

"Yang penting masuk sekolah dulu. Jika pelajarannya belum bisa baik ya sudah diajak ke kegiatan rekreatif. Sambil menghibur mereka. Sambil memulihkan kondisi psikologis mereka," terang Muhadjir.

Muhadjir menambahkan untuk membuat para siswa tetap berkegiatan belajar dan mengajar pihak Kemendikbud akan membuat kelas-kelas darurat. Nantinya kelas-kelas darurat ini akan dilakukan di tenda darurat milik Kemendikbud dan dengan menggunakan standar UNICEF. Terkait lokasi kelas-kelas darurat, Muhadjir menyarankan agar dibangun di lokasi yang berdekatan dengan sekolah para siswa.

"Kita anjurkan dekat dengan sekolah. Sehingga secara psikologis mereka sudah kembali ke sekolah. Walaupun masih berada di kelas darurat. Kalau terpaksa ya dibangun di tempat pengungsian. Kita prioritaskan dekat sekolah," tutup Muhadjir.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP