Pasca tahanan kabur, Polda Metro perketat pengamanan di rutan
Merdeka.com - Pasca kaburnya teroris Rocki Aprisdianto (29) dari rutan tahanan narkoba Polda Metro Jaya, aparat kepolisian mulai memperbaiki beberapa prosedur. Di antaranya memperketat pengawasan terhadap keluarga yang ingin membesuk keluarganya di dalam tahanan.
"Sejak kejadian prosedur diperbaiki, agak disempurnakan lagi. Mulai proses dari orang besuk, pendataan awal, kemudian pembagian siapa yang akan dibesuk pengunjung lebih dulu, berapa banyak jumlah pembesuk untuk satu tahanan sampai petugas yang menerima," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/11).
Lebih lanjut, Polda Metro menempatkan polisi wanita (polwan) di rutan narkoba, terutama anggota Serse dan Shabara. Peran Polwan tersebut ialah untuk memeriksa lebih detail terhadap pembesuk wanita.
"Kalau ada pengunjung wanita dengan segala pakaiannya termasuk jubah kurung akan diperiksa polwan supaya tidak ada yang membawa barang-barang yang berbahaya seperti menyelipkan suatu barang yang bisa membantu tahanan kabur," papar Rikwanto.
Jumlah personel Polwan akan disesuaikan sesuai dengan jumlah pembesuk tahanan pada hari yang sama. "Kalau pembesuknya banyak ya akan kita tambah personel. Polwan ditempatkan saat pemeriksaan awal, namun dia (Polwan) juga bisa leluasa beredar di sekitar tempat pembesuk. Jadi kalau ada sikap yang mencurigai dia akan langsung memeriksa," lanjutnya.
Namun, perubahan prosedur kunjungan tersebut diakui Rikwanto, juga berlaku untuk tahanan umum. "Sekarang perketat pengamanan bukan hanya kasus terorisme saja. Tapi tahanan umum juga demikian," pungkas Rikwanto. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya