Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasca paket surat ancaman, TNI dan polisi sambangi rumah ulama di Depok

Pasca paket surat ancaman, TNI dan polisi sambangi rumah ulama di Depok Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Buntut dari beredarnya surat ancaman terhadap para ulama di Depok langsung direspon cepat oleh kepolisian dan TNI. Mereka berupaya mengusut motif dibalik aksi terror tersebut. Kepolisian dan TNI satu per satu menyisiri ulama yang namanya disebutkan dalam surat misterius yang diketahui pada Sabtu (3/3) kemarin.

Salah satu yang disambangi adalah Kiai Abu Bakar Madris yang namanya ikut tertera dalam surat misterius itu. Dirinya pun menanggapi santai hal itu. Menurutnya itu hanya ancaman bohong yang ditujukan untuk membuat resah masyarakat Depok.

"Kalau surat iya saya akui ada, tapi saya yakin ancaman itu hoax cuma buat nakut-nakutin doang," katanya di rumahnya di Kalimulya, Kecamatan Cilodong Depok, Senin (5/3).

Menurutnya pelaku salah mencatut nama yang jadi sasaran. Dia merasa janggal karena orang yang akan dijadikan target malah dikirimi surat. Kemudian dalam surat juga dicantumkan alamat pengirim.

"Ini sih main-main. Selain itu, orang-orang yang disebut disitu namanya salah dan tidak semuanya ustaz. Contoh, nama Riyono, yang saya tahu namanya Haryono, dia bukan ulama tapi anggota TNI aktif. Masa TNI diancam juga, kan ngaco," tukasnya.

Madris mengimbau agar warga tidak terpengaruh dan menjadi resah. Karena dia meyakini terror ini bertujuan untuk membuat situasi di Depok menjadi resah.

"Kalau kita takut mereka (pekau) menang, mending kita berani. Ada teror ataupun tidak toh mati-mati juga, ngapa takut dengan kematian. Jadi lawanlah hal ini dengan yang positif, tidak perlu dibesar-besarkan. Biar polisi yang mengusut tuntas kasus ini, biar cepat ketahuan siapa pelaku dan dalangnya," paparnya.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer 0508 Depok, Letkol Inf Iskandar Manto menegaskan, pihaknya bersama Polresta Depok telah melakukan pengawasan dan pengamanan pasca munculnya selebaran tersebut. Tak hanya ulama, Iskandar juga mengaku pihaknya telah melakukan penjagaan di pondok pesantren.

"Terkait surat itu, kita dari TNI ikut melakukan pengamanan, karena biar bagaimanapun rakyat adalah ibu kandung kita (TNI). Karena itu kami bersama-sama dengan Polri akan ikut mengamankan para ulama yang namanya disebut dalam surat itu," katanya.

Teknis pengamanan yang dilakukan, kata Iskandar, adalah dengan mengedepankan personel Babinsa di masing-masing wilayah. Dia menuturkan dengan rasa aman, ibadah pun akan nyaman dan investor pun semakin berkembang.

"Untuk itu kami mengimbau pada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan hal semacam ini, karena memang tujuan mereka adalah untuk membuat kacau, padahal di lapangan tidak seperti itu. Depok seolah kondisinya memperihatikan, padahal tidak benar," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP