Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasca kecelakaan, Wali Kota minta Trans Semarang diaudit

Pasca kecelakaan, Wali Kota minta Trans Semarang diaudit Kecelakaan bus Trans Semarang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Pasca kecelakaan Bus Rapid Trans (BRT) Semarang menabrak pos ojek dan melukai puluhan korbannya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mencurigai pengelolaan dana BRT Semarang.

Hendi, panggilan akrabnya, memerintahkan Inspektoral Wilayah Daerah (Itwilda) Kota Semarang mengaudit penggunaan dana BRT. Terutama dana pemeliharaan terhadap bus milik Pemkot Semarang.

"Kemudian yang ketiga, saya sudah telepon pak inspektur (Itwilda Kota Semarang), untuk segera lakukan audit. Terutama audit penggunaan dana perawatan yang ada di BRT tadi. Satu dua hari kita tunggu laporannya dan akan kita segera putuskan, untuk menentukan apakah harus diberikan sanksi seperti apa," kata Hendi saat dikonfirmasi merdeka.com di Semarang, Kamis (20/7).

Hendi mencurigai anggaran pemeliharaan bus ke bengkel angkutan umum masyarakat Kota Semarang itu.

"Ya kan begini, yang namanya pengelolaan bus pasti ada mekanisme keuangannya. Kemudian apakah uang itu benar-benar dipakai untuk perawatan bus atau tidak, saya rasa perlu di audit. Kalau misalnya uangnya operasional keluar, kemudian biaya perawatan keluar dan tidak pernah ke bengkel, nah ini yang harus dipertanyakan. Mudah-mudahan tidak seperti itu, tapi kita perlu lakukan cek and ricek, kroscek semua itu," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Hendi mengaku sampai saat ini belum mendapat laporan lengkap. Dia memastikan jika dalam kecelakaan karena kesalahan manusia, maka akan memberikan sanksi tegas. Namun, jika ada kesalahan teknis atau kecelakaan karena rem blong, maka dia akan melakukan perombakan dan pembenahan terhadap manajemen BRT Semarang.

"Saya juga telepon pak Kepala Dinas Perhubungan. Saya sudah minta ada dilakukan pendekatan pada keluarga atau korban, supaya mereka tidak khawatir pada segi pembiayaan. Semua pembiayaan harus ditanggung pemerintah," ucap Hendi.

Hendi juga meminta Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang mengumpulkan semua sopir BRT Semarang, lantas diberikan pengarahan cara mengemudi bus santun, dan menaati peraturan lalu lintas di jalan.

Bus Rapid Trans (BRT) Semarang terguling usai menabrak pangkalan ojek di Jalan Sultan Agung, tepatnya di samping SMA Ibu Kartini, Minggu (17/7) siang. Akibatnya, satu mobil sedan dan empat sepeda motor rusak parah.

Selain beberapa kendaraan rusak, Toni, sang sopir dan sekitar 22 penumpang bus bernopol H 1738 FG sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSU Elizabeth Kota Semarang, Jawa Tengah. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP