Pasca bom Sarinah, pemerintah diminta perhatikan dunia pariwisata
Merdeka.com - Sejumlah ledakan dan penembakan terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu. Sedikitnya tujuh orang tewas dalam peristiwa berdarah tersebut, puluhan orang lainnya luka-luka.
Komisi X DPR ikut prihatin dengan adanya peristiwa mengerikan tersebut. Pemerintah diminta dapat segera kembali memulihkan kepercayaan publik khususnya di dunia pariwisata.
"Pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI) untuk segera melakukan lakukan langkah-langkah strategis mengembalikan kepercayaan masyarakat dunia sehingga dapat meminimalisir dampak kejadian ini utamanya pada sektor Pariwisata di Tanah Air," kata Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya dalam pesan singkat, Jumat (15/1).
Apalagi, lanjut dia, DPR dan pemerintah mempunyai harapan besar terhadap peningkatan pendapatan negara dan terbukanya lapangan pekerjaan dari sektor pariwisata. Dia berharap, event-event berskala internasional, termasuk Moto GP, tidak terhambat akibat aksi terorisme tersebut.
"Serta dalam waktu dekat ini Indonesia akan menjadi tuan rumah event-even internasional dimedio 2016-2018 di antaranya perhelatan TAFISA pada Oktober 2016 (110 Negara), MotoGP 2017 (15 Negara lebih) dan ASIAN GAMES 2018 (45 negara)," jelas Politikus Partai Demokrat itu.
Di sisi lain, Riefky mendesak agar pemerintah juga segera bisa menangkap aktor intelektual di balik insiden teror yang terjadi di Sarinah itu. "Kami prihatin dan meminta publik, untuk mendukung aparat keamanan untuk mengungkap tuntas dan menghukum pelaku serta tokoh intelektual di balik peristiwa pemboman ini," pungkasnya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya