Pasar Senen, terbakar saat Jokowi jadi gubernur DKI
Merdeka.com - Kebakaran Pasar Senen terjadi Jumat (25/4) dini hari pada tahun 2014 lalu. Sebanyak 58 kendaraan pemadam dan 200 personel petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.
Kobaran api terus membesar membuat pemadaman kewalahan. Menghindari api menjalar akhirnya satu water cannon diturunkan untuk memadamkan dari samping. Kemudian siang harinya baru dibantu helikopter dengan menjatuhkan air dari udara.
"Pemadam kebakarannya banyak yang pingsan. Pada enggak kuat kali, udah berapa hari, asap tebal juga. Habislah pokoknya di situ," ujar Wahyu Arga, Satpam Blok VI di Kompleks Pasar Senen, Jakarta, Mei (22/5).
Lalu-lalang warga dan para petugas pemadam membuat arus lalu lintas Jalan Kramat Jaya dan Gunung Sahari lumpuh. Kepulan asap membumbung ke arah barat. Malam harinya personel Brimob dikerahkan untuk berjaga agar tidak terjadi penjarahan.
Api baru padam keesokan harinya, pukul 16.00 WIB dilakukan pendinginan agar tidak terjadi kebakaran susulan. Lebih dari 2.000 kios yang terbakar.
Diduga kuat api berasal dari arus pendek korsleting listrik, beberapa pedagang mengaku tidak tahu-menahu mengenai hal itu. Para pedagang umumnya bertanya-tanya apa yang menyebabkan pasar terbakar.
"Saya tiga toko habis semua, ada sekitar 300an juta. Kalau dulu kan saya sudah terkenal, sekarang ditempatkan di lantai dua. Namanya juga lagi merintis, ya ginilah keadaannya. Tempat merintis, modal merintis. Makanya sekarang gak tentu, kadang ada pelaris, kadang enggak," ujar Resmi Andriana (40), seorang pedagang.
Seperti diketahui, Pasar Senen ada sejak 1974. Saat itu Jokowi yang menjabat sebagai gubernur DKI menilai pasar sudah berusia tua sehingga perlu direvitalisasi. Ternyata kebakaran terjadi lebih cepat dari rencana Jokowi merelokasi pedagang. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya