Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Parahnya kemarau di Bekasi, warga gali lubang di sungai cari air

Parahnya kemarau di Bekasi, warga gali lubang di sungai cari air kekeringan di bekasi. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Musim kemarau membuat beberapa wilayah di Tanah Air menjadi kekeringan, termasuk di Desa Ridogalih dan Ridomaha, Kabupaten Bekasi. Akibatnya, warga menjadi kesulitan mencari.

Pantauan merdeka.com di Desa Ridogalih dan Ridomaha, Kamis (30/7), satu-satunya air yang bisa didapatkan warga berasal dari Sungai Cihoe. Namun, sungai yang di kala musim penghujan bisa mencapai kedalaman tiga meter itu, di kemarau ini mulai mengering dan hanya ada sedikit air dalam satu kubangan.

Air kubangan itu pun tidak bersih. Warnanya keruh dan bau. Namun, ratusan warga terpaksa memanfaatkan air kotor itu untuk kehidupan sehari-hari seperti minum, masak, mandi, mencuci atau buang air.

"Sudah dua bulan kekeringan. Belum ada bantuan jadi terpaksa mau tidak-mau," kata salah satu warga.

kekeringan di bekasi

Upaya untuk ke sungai itu pun tidak mudah. Para orang dewasa sepanjang hari bolak-balik naik motor untuk mengangkut air sungai itu dengan menggunakan derijen. Anak kecil juga terlihat sibuk menggali lubang untuk menyaring air kotor tersebut agar bersih.

"Kita khawatir dalam seminggu air sungai itu akan habis," keluh warga itu.

Mirisnya, dalam kubangan sungai itu, jika para lelaki sibuk mengambil air, ibu-ibu justru mencuci pakaian di lokasi yang berdekatan. Dari pemandangan itu, tentu saja menambah ketidakbersihan air kubangan itu. Mereka berharap pemerintah setempat cepat memberikan bantuan.

krisis air bersih di bekasi (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP