Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Para siswa SMP ini sudah 'gila', bergiliran perkosa teman

Para siswa SMP ini sudah 'gila', bergiliran perkosa teman Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Lagi-lagi kasus pemerkosaan dilakukan siswa SMP. Kali ini kasus menimpa seorang siswi SMP berinisial NB (13). Siswi kelas VIII SMP di Palembang itu harus menanggung derita seumur hidup setelah diperkosa secara bergilir oleh 12 adik kelasnya.

NB yang tinggal di Jalan Pangeran Antasari, Lorong Terusan Laut, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang itu akhirnya melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (9/1).

Kepada petugas, NB menuturkan peristiwa itu terjadi pada 30 Desember 2014 lalu pukul 11.00 WIB di sebuah rumah kosong di kawasan Kelurahan 15 Ilir Palembang.

Saat itu, korban dan 12 pelaku sedang berkumpul seperti biasa. Tak diduga, pelaku menarik korban secara paksa dan mereka memperkosa korban secara bergantian.

Sebelumnya kasus serupa juga pernah terjadi di beberapa daerah. Memang miris, tapi inilah kenyataannya. Berikut ini cerita 'gila' siswa SMP perkosa temannya secara bergiliran, seperti dirangkum merdeka.com:

Pelajar SMP perkosa adik kelas secara bergiliran

perkosa adik kelas secara bergiliran rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kasus ini terjadi di Cipendeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Empat pelajar SMP di daerah itu dibekuk polisi lantaran memerkosa adik kelasnya. Mereka adalah, PN (14), RA (14), NS (15) dan AH (16). Keempat bocah bengal itu dilaporkan telah memerkosa C (13) yang tak lain adik kelasnya.Keempat pelaku ini dibantu HR (16) yang tengah menyediakan tempat untuk memperkosa korban. Kapolsek Cipeundeuy Kompol Kusno Diyantoro mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan keluarga korban. "Orangtua korban melapor kepada kami. Katanya anaknya sering menyendiri dan enggan masuk sekolah. Dan setelah didesak korban mengaku telah diperkosa," katanya, Rabu (6/3).Tak lama dari laporan tersebut, pelaku berhasil dibekuk. Diketahui empat di antaranya adalah senior korban. Sementara satunya adalah rekanan. Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah membujuk korban untuk mau bermain ke salah satu tempat. "Ketika korban ada, akhirnya digilir oleh pelaku," ujarnya.

12 siswa SMP di Palembang perkosa kakak kelasnya

smp di palembang perkosa kakak kelasnya rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kasus ini paling anyar. Seorang siswi kelas VIII SMP di Palembang berinisial NB (13), harus menanggung derita seumur hidup setelah diperkosa secara bergilir oleh 12 temannya. NB, warga Kecamatan Ilir Timur I, Palembang itu akhirnya melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (9/1).Kepada petugas, NB menuturkan peristiwa itu terjadi pada 30 Desember 2014 lalu pukul 11.00 WIB di sebuah rumah kosong di kawasan Kelurahan 15 Ilir Palembang. Ternyata, 12 pelaku itu adalah adik kelasnya. "Kami lagi ngumpul-ngumpul. Ternyata, mereka ramai-ramai perkosa saya, gantian," ungkap NB.Setelah puas memperkosa korban, ke 12 pelaku langsung pergi. Sedangkan korban ditinggal begitu saja. "Saya nangis di sana (TKP). Saya ditemukan orang dan diantar ke rumah," kata dia.Sementara itu, Kepala SPKT Polresta Palembang, Aiptu Susilo membenarkan telah menerima laporan korban dan akan ditindaklanjuti. "Sudah kita terima dan akan diserahkan pada bidang yang menangani," pungkasnya.

Tujuh siswa SMP perkosa kakak kelasnya

smp perkosa kakak kelasnya rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Peristiwa ini terjadi di Jakarta. Sebanyak tujuh siswa SMP 4 di Sawah Besar dilaporkan telah memerkosa kakak kelasnya sendiri. Ketujuh pelaku perkosaan yakni; CD (15), CN (16), DNA (15), IV (16), WW (16), FP (15) dan A (16), dan telah diserahkan kepada kepolisian.Mereka merupakan pelaku perkosaan terhadap AE (16) siswa kelas sembilan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 di Sawah Besar. Ia mengatakan akan memberi kesempatan pada polisi untuk memeriksa para pelaku."Kita akan beri kesempatan pada polisi untuk memeriksa para pelaku sesuai peraturan yang berlaku," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik kepada merdeka.com saat dihubungi melalui telepon, Jumat (18/10).Perkosaan yang dilakukan terhadap korban dinilai oleh Taufik bukan kenakalan anak sekolah. Sebab, Taufik menambahkan, kenakalan anak sekolah seperti bolos pelajaran, menyontek saat ujian, dan itu bisa ditangani sendiri.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP