Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Para imigran Sri Lanka minta BBM 7 ton tapi ditolak Pemprov Aceh

Para imigran Sri Lanka minta BBM 7 ton tapi ditolak Pemprov Aceh Kapal imigran Sri Lanka terdampar di Aceh. ©2016 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Para imigran gelap Sri Lanka terdampar di perairan Lhoknga, Aceh, dilarang turun dari kapal oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Namun, warga asing itu meminta Pemprov Aceh memberikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak tujuh ton.

Meski demikian, hingga saat ini permintaan itu belum dipenuhi. Kepala Kesbangpolinmas Aceh, Nasir Zalba, mengaku dua hari lalu imigran gelap itu memang meminta BBM sebanyak tujuh ton. Namun, mereka beralasan tidak memiliki anggaran buat BBM. Pemprov Aceh hanya bersedia memberikan satu ton BBM.

"Lalu kita penuhi permintaan mereka, kita berikan minyak satu ton, tetapi mereka menolak satu ton, tetapi tetap ngotot minta tujuh ton," kata Nasir Zalba, di Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (14/6).

Nasir menyatakan, Dinas Sosial Aceh hanya bersedia membantu memberikan sembako atau makanan lainnya.

"Kalau makanan sudah kita salurkan sekarang," ujar Nasir.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Aceh, Achmad Samadan, membenarkan imigran gelap Sri Lanka meminta suplai BBM tujuh ton. Namun mereka hanya sanggup memberikan satu ton.

"Karena ditolak, tidak kita berikan," kata Achmad.

Kapal itu memuat 44 imigran, terdiri dari 22 lelaki, 13 perempuan, dan sembilan anak. Petugas sempat menggiring kapal itu ke tengah laut dan diminta melanjutkan perjalanan. Namun, kapal itu tidak mau berangkat dan bahkan hari ini merapat ke Pantai Lhoknga.

Setelah bermusyawarah dihadiri oleh Dandim 0101 Aceh Besar Letkol Mahesa Fatriadi, Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto, Kadis Keimigrasian Kanwilkumham Aceh Achmad Samadan, dan sejumlah pejabat lainnya, diputuskan menanggung bersama penyediaan BBM bagi mereka.

Hanya saja, sebutnya, tetap tidak sesuai permintaan para imigran gelap. Rencananya akan diberikan empat ton BBM, ditanggung oleh Dandim, Kapolres, Imigrasi, dan Kemenkumham masing-masing satu ton.

"Rencananya seperti itu, kita tanggung sama-sama memberikan BBM kepada mereka. Karena kondisi mesin setelah diperiksa oleh mekanik dalam kondisi baik," ucap Achmad.

Achmad mengaku melarang mereka turun ke darat. Rencananya, kapal itu akan ditarik ke tengah laut menggunakan kapal lain. Sampai di tengah samudra, baru kemudian akan disuplai BBM dan diminta melanjutkan perjalanan ke Australia, sesuai tujuan.

"Kita akan dorong kapal tersebut ke tengah laut lagi, baru kita akan isikan BBM. Intinya kita tidak mengizinkan mereka turun ke darat. Lagian dalam kapal mereka nyaman kok," tutup Achmad. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP