Paparkan data rahasia, Kepala PPATK minta rapat Pelindo tertutup
Merdeka.com - Pansus Pelindo terus mengumpulkan data dan fakta terkait kasus besar Pelindo II di luar dugaan korupsi pengadaan 10 mobil craine. Setelah kemarin memanggil mantan Kabareskrim Budi Waseso, mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Victor Edison Simanjuntak, dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Anang Iskandar, pagi ini Pansus mengundang Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf guna dimintai keterangan.
Rapat Pansus dimulai sekitar pukul 10.45 WIB. Sesuai kesepakatan ketika awal pembentukan Pansus beberapa waktu lalu, rapat diupayakan selalu terbuka. Namun kali ini Kepala PPATK meminta agar rapat dilakukan tertutup. Alasannya dia memiliki keterangan yang dianggapnya cukup sensitif dibuka ke publik.
Ketua Pansus Pelindo, Rieke Diah Pitaloka sempat menawarkan agar Yusuf menyampaikan hal umum saja di awal. Kemudian ketika memasuki bagian yang sensitif, rapat dilakukan tertutup. Namun Yusuf tetap meminta agar sedari awal rapat dilakukan tertutup.
"Mohon sejak sekarang saja tertutup, mencegah hal yang tidak diinginkan di kemudian hari," kata Yusuf di Ruang Paripurna Pansus, Kompleks, Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10).
M. Yusuf memperkuat permintaannya, hingga akhirnya Rieke memutuskan rapat dilakukan tertutup. Anggota yang lain pun setuju. "Sekali lagi ini bukan permintaan pansus, tapi narasumber," kata Rieke.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya