Pantai Sawarna, lokasi wisata anti-pelacuran
Merdeka.com - "Kalau tempat wisata mau ramai harus ada PSK dan bir," demikian ucap salah seorang pengunjung Pantai Sawarna.
Entah apakah perkataan pengunjung tersebut menyindir penduduk Desa Sawarna atau hanya ungkapan biasa. Namun, usut punya usut, kawasan Pantai Sawarna ternyata anti terhadap prostitusi.
Tim Ekspedisi Menyapa Indonesia dari merdeka.com dan Potrait Of Indonesia, Senin (12/2) hingga Selasa (13/1) kemarin, mengunjungi Pantai Sawarna. Berdasarkan penelusuran, penduduk Desa Sawarna tak mau ada wanita nakal di kampung mereka.
Alasannya sederhana tapi idealis, mereka tak mau mengotori kampung sendiri dengan kegiatan esek-esek.
"Warga memang butuh uang. Kita memang cari uang, tapi nggak lewat begituan caranya. Bikin kampung 'kotor," kata Aceng (30) kepada wartawan merdeka.com, Mardani.
Sepanjang jalan di Pantai Sawarna memang tak ditemui wanita penjaja cinta. Anda hanya akan menemui sejumlah penginapan dan restoran seafood.
Namun, jika ada pengunjung yang bersikeras minta dicarikan wanita penghibur, biasanya tukang ojek di Sawarna akan membawa pengunjung itu ke Cibayawak. Di lokasi itu banyak terdapat warung remang-remang dengan wanita penjajak cinta.
"Tapi harus di sana, nggak boleh dibawa ke sini. Desa Cibayawak itu lokasinya ke arah Bayah sekitar 12 km dari sini (Sawarna)," jelasnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya