Pantai di Pandeglang Menghitam Usai 7 Ribu Ton Batu Bara Tumpah
Merdeka.com - Air laut di pesisir pantai Selatan Cicadas, Kabupaten Pandeglang, Banten menghitam usai 7.000 ton batu bara tumpah dari kapal tongkang Alfina Nautika 25 pada Minggu (14/7) lalu.
Ahmad Kurtusi warga sekitar pesisir pantai mengatakan, air mulai terlihat menghitam dan batu bara berceceran di sepanjang pesisir pantai sejak dua minggu lalu.
"Awalnya air laut itu kelihatan hitam pekat, ternyata itu batu bara di sepanjang pesisir pantai. Kondisi air menghitam," kata Kurtusi saat dikonfirmasi, Senin (29/7).
Akibat dari menghitam air laut di sekitar pesisir pantai Selatan tersebut, para nelayan dan petani rumput laut ikut merasakan dampaknya. Mereka enggan melaut karena pencemaran.
"Nelayan khawatir kalau pergi melaut ikan akan tercemari, termasuk masyarakat itu mancing di karang-karang dan mengambil rumput laut pada khawatir," lanjutnya.
Kurtusi mengatakan, tumpahan batau bara ini akan berdampak buruk kepada habitat laut. Melihat kondisi batu bara berceceran, masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan area pantai.
Kemudian masyarakat berharap pihak perusahaan ataupun pemerintah daerah Provinsi Banten segera menindaklanjuti peristiwa tersebut.
"Setelah peristiwa itu, LH dan Polres Pandeglang sudah cek lokasi, cuma untuk pembersihan belum dilakukan akhirnya masyarakat berinisiatif," bebernya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya