Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pantai di Balikpapan kembali tercemar tumpahan minyak

Pantai di Balikpapan kembali tercemar tumpahan minyak Tumpahan minyak di laut Balikpapan. ©2018 BPBD

Merdeka.com - Warga Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali mencium bau menyengat di kawasan pantai Melawai, Jalan Jenderal Sudirman. Setelah dicek, aroma itu berasal dari tumpahan minyak berwarna kehitaman yang mencemari laut hingga ke pantai. Sampel diambil, untul mengetahui jenis minyak yang mencemari laut Balikpapan kesekian kalinya itu.

Keterangan diperoleh, pagi tadi, warga Melawai mulai mengetahui adanya tumpahan minyak di pantai Melawai, setelah mencium bau menyengat yang sangat mengganggu.

Belum diketahui sebab tumpahan minyak yang mengotori laut dan bibir pantai itu. Usai menerima laporan, sekira pukul 09.50 WITA, berbagai instansi seperti Pertamina, BPBD kota Balikpapan, DLH kota Balikpapan, dan lainnya, mengecek tumpahan minyak itu. Bahkan, Wakil Wali Kota Rahmad Mas'ud, terjun ke lokasi tumpahan.

Dalam kesempatan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Balikpapan, mengambil sampel ceceran minyak, untuk mengetahui jenis minyak yang mengotori laut Balikpapan.

tumpahan minyak di laut balikpapan

"Benar, ada peninjauan tadi dengan Pak Wawali (Rahmad Mas'ud). Juga ada DLH, dan instansi terkait lainnya," kata Kepala BPBD Kota Balikpapan Suseno, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (31/7).

Suseno mengatakan, di lokasi, memang aroma minyak beraroma sangat menyengat. "Iya, baunya sangat menyengat di Melawai. Kami dapatkan informasinya dari warga pagi tadi," ujar Suseno.

Belum diketahui jelas jenis minyak dan sebab terjadinya ceceran minyak. "BPBD sebagai backup. Makanya tadi kami hubungi DLH, karena lebih kompeten. Juga tadi informasinya ada penyedotan dilakukan Pertamina," tambah Suseno.

Dikonfirmasi merdeka.com, Manager Communication & CSR Pertamina Region Kalimantan Yudi Nugraha membenarkan Pertamina ikut dalam pengecekan itu. "Iya, Pertamina diminta bantu membersihkan oleh Pemda," kata Yudi.

Pertamina sendiri, menurut Yudi, belum bisa memastikan jenis minyak itu, karena memerlukan waktu uji sampel. "Belum (belum tahu jenis minyak). Tapi sampel sudah diambil," ujar Yudi.

Catatan merdeka.com, tumpahan minyak kali ini adalah yang ketiga di laut Balikpapan dalam 7 bulan terakhir. Paling menghebohkan, terjadi 31 Maret 2018 lalu, hingga diketahui bahwa paparan minyak itu milik Pertamina. Kejadian kedua, pada 23 Juli 2018 lalu, minyak juga mencemari laut Balikpapan.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP