Pansus sebut konflik internal munculkan pembusukan KPK dari dalam
Merdeka.com - Wakil Ketua Pansus angket KPK Taufiqulhadi menilai, pemaparan Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman soal adanya friksi dalam tubuh KPK menguatkan bukti tata kelola lembaga antirasuah itu bermasalah. Dalam pandangannya, konflik itu memicu kerusakan lembaga KPK dari dalam.
"Karena KPK sangat tertutup. Sebuah lembaga yang sangat tertutup itu akan terjadi pembusukan dari dalam. Kemarin itu terkonfirmasikan bahwa terjadi friksi. Itu bagian dari pembusukan dari dalam, bukan dibusukkan. Jadi akhirnya mereka gontok gontokan sendiri," kata Taufiqulhadi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8).
Dia khawatir friksi-friksi dalam intenal KPK akan berpengaruh terhadap kinerja pemberantasan korupsi. Ditambah, dari kesaksian Aris, Pansus menangkap bahwa KPK bekerja tanpa memperhatikan KUHAP.
"Dirdik ini salah seorang direktur yang sebetulnya menginginkan proses penyidikan menggunakan asas-asas yang berlaku. Misalnya KUHAP yang diindahkan dan sebagainya. Tersirat di dalam ucapan dia bahwa itu tidak diindahkan KPK selama ini," tegasnya.
Menurutnya, beberapa orang memiliki kekuatan lebih besar dari pimpinan KPK telah melakukan pembunuhan karakter terhadap Aris. Pembunuhan karakter terhadap Aris dilakukan dengan menuduhnya bertemu dengan sejumlah anggota Komisi III DPR.
"Misalnya klik yang powerful di sana tidak setuju, klik tersebut akan melakukan sebuah character assasination terhadap yang lain dengan mengatakan dia melakukan pertemuan dengan anggota DPR menerima suap dan sebagainya itu sudah dilaporkan kepada pimpinan KPK," ujarnya.
Taufiqulhadi menduga kelompok yang punya kekuatan itu merupakan kelompok Novel Baswedan. Aris disebutnya menjadi korban dari kelompok tersebut, dengan menudingnya membangkang perintah pimpinan saat hadir ke rapat Pansus.
"Jadi apa yang dilakukan Dirdik jangan-jangan bukan tidak direstui oleh pimpinan KPK, karena pembangkangan itu bukan dilakukan Dirdik Aris budiman tapi penghancuran dilakukan justru oleh klik yang dibentuk Novel Baswedan," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman telah dihadirkan Pansus hak angket KPK di gedung DPR, Selasa (29/8). Aris blak-blakan membeberkan konflik internal di KPK dan beberapa orang yang memiliki kekuatan lebih besar dari pimpinan.
Pemicu gesekan soal usulan perekrutan penyidik baru. Keinginan Aris mendatangkan penyidik polisi berpangkat AKP dan Kompol ditentang. Meski dia sudah meyakinkan jika penyidik-penyidik itu profesional dan berintegritas.
"Ditentang dengan kelompok yang tak setuju," katanya dalam rapat di Gedung DPR, Selasa (29/8) malam. Awal-awal Aris menolak menyebut nama penyidik tersebut.
"Ini tidak disetujui dalam satu rapat. Mereka tak setuju. Kami berkumpul dengan semua penyidik. Memang ada penyidik yang keras tentang apa yang saya usulkan," tambahnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya