Pansel cecar calon pimpinan KPK sampai soal KTP
Merdeka.com - Sejak kemarin hingga hari ini, Pansel KPK sudah melakukan tes wawancara terhadap 14 calon pimpinan lembaga antirasuah. Wawancara masih akan dilanjutkan besok.
Dari dua hari pelaksanaan wawancara para calon, tim pansel 'sengaja' melontarkan sejumlah strategi untuk mengetahui kesiapan para calon pimpinan KPK ini. Bentuk pertanyaan mulai dari hal terkecil hingga yang besar. Salah satu hal kecil itu soal Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Misalnya saja, Ketua Pansel Destry Damayanti menanyakan kepada salah satu Capim KPK Mohamad Gudono perihal informasi yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan pembuatan KTP sejak 2002.
"Berdasarkan informasi yang kami dapat, apakah Bapak tidak pernah mengajukan permohonan pembuatan KTP ke Ketua RT sejak tahun 2002?" tanya Destry dalam tes wawancara di Gedung Sekretaris Negara, Jakarta, Selasa (25/8).
Pertanyaan tersebut sontak mengagetkan Gudono. Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merasa dia tidak pernah melanggar administrasi kependudukan. Bahkan dia merasa saat ini kartu identitasnya sudah menggunakan sistem elektronik seperti yang berlaku saat ini. Dia pun mempertanyakan sumber informasi yang diperoleh Pansel Capim KPK.
"KTP saya ini sudah e-KTP. Mana mungkin saya dikatakan tidak memiliki KTP. Ini mungkin keliru, tapi saya tidak menyalahkan karena mungkin informasi itu ada keliru-keliru sedikit," jawab Gudono.
Kendati begitu, Pansel hanya ingin memastikan agar saat yang bersangkutan menjadi pimpinan KPK tidak tersangkut persoalan-persoalan yang justru akan mempersulit kinerjanya dalam memberantas korupsi. Meski potensi hambatan itu terbilang kecil sekalipun.
"Yang penting Bapak bisa tunjukkan. Karena jangan sampai nanti ketika jadi pimpinan KPK persoalan itu jadi permasalahan serius," pungkas Destry.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya